Berikut adalah mendengarkan materi dari audio (mohon maaf jika salah tulis)

Materi 01 - Muqoddimah

Awaiq Ath-Thulab itu artinya kendala/rintangan, kutallab mencari ilmu. Awaiq Ath-Thulab adalah kendala pada pencari ilmu, waktu dulu sarana sangat minim, untuk belajar harus jalan kaki dan sangat jauh.
ulama jaman dulu bisa menghasilkan 500 buku ... 1 jilid ada ratusan halaman tapikenapa ulama jaman dulu bisa berkarya daripada jaman sekarang padahal sibuk berdakwah, perang dll.?
ini karena keberkahan ilmu, jaman sekarang umumnya tidak berkah, penyebabnya adalah banyaknya kendala2 yang menghalangi keberkahan ilmu. Hasilnya ilmu yang diperoleh sedikit kadang juga di pahaminya juga sedikit kadang juga keliru dalam memahaminya makanya wajib mengetahui kendala-kendala untuk mencari ilmu untuk mencari keberkahan dalam mencari ilmu.

Update : 19 Juli 2020 - (Listening) Materi 2 - Penghalang pertama menuntut ilmu bukan karena Allah

  • Bukan karena Allah, Contoh : Ingin dinilai ornag akan lebih merusak daripada memperbaiki, hanya setiap amal bergantung pada niat, setiap orang hanya memperoleh balasan sesuai dengan niatnya.
  • Hijrah Allah dan rasul maka hijrah untuk Allah dan Rasul, jika hijrahnya untuk dunia yang ingin di raih atau wanita maka hijrahnya kepada apa yang diniatkannya.
  • Siapa yang orang cita-cita hanya 1 cita-cita yaitu akhirat maka Allah akan memberi kecukupan kepada dia terhadap kepentingan dunianya, jika cita-citanya macam beragam dan duniawi maka Allah tak akan peduli.
  • Memperbaiki niat selalu berupaya meluruskan dan menjaga dari kerusakan.
  • Ilmu keutamaannya baru bisa di raih jika diniatkan secara ikhlas hanya untuk allah meraih wajahnya, selain itu tidak ada keutamaan dalam ilmu tersebut.

Update : 23 Juli 2020 - Ujian Pertemuan 02 - Penghalang Pertama Bagian 1

  1. Apa yang dimaksud dengan syariroh?
    perkara-perkara yang sifatnya Sirri, yaitu bathin atau jiwa kita yang sifatnya tersembunyi dari pandangan manusia
  2. Allah jika tidak diminta maka Allah akan …
    marah
  3. Sedikitnya ilmu akan menjadi banyak jika disertai dengan ….
    ketakwaan
  4. Apakah yang menjadi sebab bisa meraih keutamaan ilmu?
    meniatkan secara ikhlas hanya untuk meraih wajah Allah

Nomor 3 saya pilih keikhlasan, dimana adalah salah, ini kyknya karena saya terlalu banyak mendengar kata ikhlas di audio listeningnya.


Pertemuan ke 3

Update 29 Juli 2020 - Hinanya menuntut ilmu karena dunia dan balasannya (Listening)

Syarat diterimanya amal itu ikhlas, Jika mencari atau mengajar wajib di landasi dengan ikhlas, jika niatnya tidak untuk Allah maka dia telah bermaksiat kepada Allah. Ilmu jika mencari akhirat maka dia dapat akhirat dan ilmu, jika mencari lmu untuk duniawi maka dia akan dapat sebagian dari ilmunya.

Ilmu syari mesti dipelajari karena Allah tapi kalau mencari ilmu dan keuntungannya, maka tidak akan dapat mencium wangi surga. Allah menjadikan ilmu yang diberikan orang yang tidak ikhlas alasan untuk membinasakan dia, Jangan kau tertipu banyak orang-orang yang ambil ilmu ingin keuntungan duniawi dan tidak ikhlas karena Allah, jangan kamu tertipu kepada orang yang banyak ilmunya, shalat serta dengan niat ria itu maksiat, pelakunya fajir.

Pentingnya ketakwaan dalam menuntut ilmu

Ketika mengajar selalu diselipkan perkataan "bertaqwalah km kepada Allah" ilmunya akan banyak tapi sebaliknya akan menjadi sedikit.

  1. Siapa orang yang memperbagus sarurah Allah akan memperbagus alamiahnya. Sariroh yang sifatnya sirih, bati, hati, jiwa
  2. Yang memperbaiki hubungan dirinya dengan Allah, shalatnya, doa, niat, ikhlasnya akan juga memperbaiki hubungan dengan orang lain. Astajiblakum.
    Rahman - apabila diminta maka dia akan mencintai
    Rahim - apabila tidak meminta maka dia akan marah,
    Makanya memintalah kepada Allah
  3. Siapa yang memperbaiki akhirat maka allah akan memperbaiki urusan duniawinya.

Materi 05 - Penghalang Pertama… Tapi Ilmu Itu Memalingkan Kami Kepada Akhirat

Ilmu awalnya nat, harus lurus, fondasi, istimaq, Istimaq mendengar niat bener ingin menyimak

  1. Niat
  2. Mendengarkan
  3. Memahami
  4. Menghapal
  5. mengajarkan / mendakwakan
  6. Ttsumanashr

  1. Barokah dari ilmu yang dapat hati menuntun dia ke arah yang benar.
  2. Niat itu datang setelah mempelajarinya
  3. Ilmu tidak karena Allah maka ilmu itu tidak datang kepadanya.

Materi 6 - Penjelasan Adz Dzahabi tentang perkataan, ilmu itu enggan mendatangi sehingga niatnya murni karena Allah.

Suka terhadap ilmu, belum tau tentang ikhlas, ketika tau dia instropeksi, ilmu mengajarkan dia untuk takut buruknya mencari ilmu lalu dia tobat karena punya niat seperti itu (keliru) dia tidak menuntut hak hak dari orang ilmu, tidak mau di puji, hormati, dia mengurangi berdebat dengan orang, niat memperbanyak ilmu, ilmu itu untuk memperbaiki diri bukan untuk berdebat, eksistensi diri banyak mencela kekurangan dalam hal memahami dan mengamalkan bukan untuk mengorek kekurangan orang lain dengan ilmunya.

Ilmu menuntun dia untuk memperbaiki niat akhirnya jadi alim dan dapat kedudukan dan harta.

Materi 7 - Penghalang pertama - keikhlasan adalah penolong terbesar dalam menuntut ilmu

Harus 100% dan bukan 99% untuk Allah jika mencari ilmu. Siapa orang yang mempelari ilmu hadis bukan karena Allah maka dia telah berbuat makar dengan ilmu hadisnya tersebut. Ilmu itu dibangun diatas amalan artinya diamalkan ilmu akan makin dipahami, amalan dibangun diatas keikhlasan, akan mewariskan ilmu dari Allah karena keikhlasannya.

Siapa yang mencari ilmu untuk mencari wajah Allah, Allah akan memberikan ilmu yang mencukupinya, keikhlasan adalah faktor untuk memahami ilmu.

Materi 8 - Penghalang pertama - Bantahan terhadap pendapat - beramal bisa mendatangkan ilmu tanpa harus belajar

Jika kalian saling pinjam meminjam maka catatlah. Ilmu Laduni - bertakwalah kamu maka Allah akan memberikanmu ilmu tanpa harus belajar. Jadi mereka tidak belajar terus wirid dan mereka kuat, mereka meyakini ilmu akan di dapat. Interpretasi atas ayat ini keliru, berdasarkan "Nahu" ahli grammar, taqwa tanpa belajar tapi dapat ilmu ini salah. Ilmu melahirkan taqwa, tidak bisa orang bertaqwa jika tidak berilmu, taqwa melaksanakan perintah menjauhi semua larangannya.

Materi 9 - Penghalang pertama : Ilmu mewariskan ketakwaan, amal, memperkuat iman

Ilmu adalah sesuatu yang pokok / fondasi, amal menyebabkan hati memiliki kekuatan imaniah, dari prakter akan lahir hal-hal yang tidak terduga dari teoritis. Faedah tidak bisa dicapai oleh orang yang tidak mempraktekan ilmunya. Roa artinya orang hina, tidak pernah terlepas dari kebodohannya. Orang yang menyimpang sunah nabi harus takut akan ditimpa fitnah azab yang sangat pedih. Perkara baru dalam agama hidarilah karena setiap perkara baru adalah bi'dah.

Materi 10 - penghalang pertama : semakin taqwa semakin mudah dipahamkan ilmu

Furqan jika bertaqwa kepada allah, Furqan adalah pembeda, yang bisa membedakan hak dan batin (ilmu) semakin bertaqwa maka pemahamannya tentang ilmu lebih dalam termasuk firasat.

Materi 11 - penghalang kedua - tidak mengamalkan ilmu.

Umur akan ditanya, untuk dunia atau akhirat, ilmu bagaimana mengamalkan, harta dari mana mendapatkan harta itu ( halalkah / haramkah ) dan dipakai apa itu harta. Jasad dipakai buat apa, tidak ada orang berilmu sebelum belajar dan belum bisa dibilang berilmu jika belum mengamalkannya, jika mengamalkan ilmu akan menetap ilmunya.

Materi 12 : Penghalang kedua - seorang yang berilmu tetap dianggap jahil (bodoh) sampai ia mengamalkan ilmunya.

Nastain ( minta pertolongan ), resep cepat lupa atau susah menghafalkan ini karena dosa yang pernah yang diamalkannya. Cintai ilmu dengan kadar kecintaan sebesar mungkin maka ilmu itu akan melekat.

Materi 13 : Penghalang kedua - jenis-jenis meninggalkan amal

ada 2 jenis - tidak mengamalkan yang wajib perintah-perintah secara syahih dan tidak meninggalkan larangan-larangan yang Allah larangkan secara syahih. Meninggalkan perintah yang sunnah dan tidak menjauhi perkara yang makruh, ini tidak mengamalkan ilmu. Orang yang miskin adalah bukan orang yang ga punya harta tapi yang menyiayiakan umurnya untuk mempelajari ilmu yang tidak diamalkan karena memang tidak bisa diamalkan contohnya politik tata negara hukum, bisa utuk pribadi tidak kalau untuk bejabat mungkin berguna.

Materi 14 : Penghalang ketiga - hanya bersandar kepada buku tanpa panduan ulama

Muskulah adalah masalah yang masih samar bagi dirinya rujuk langsung ke kitab tanpa bertanya kepada ulama. Tafaq (memahami agama) Orang yang belajar sendiri langsung dari kitap dia akan banyak menyiayiakan hukum. Jangan kalian mengambil quran dari mushafihin ( orang yang belajar quran dari mshhaf bukan dari ulama/guru) dan jangan kalian ambil ilmu dari kitab tanpa belajar dari ulama.

Materi 15 : Penghalang ke 3 : Terlarangnya mengambil ilmu dari orang yang hanya belajar dari kitab

makhlutat ( tulisan asli para ulama) yang ditulis dari kulit binatang, kain dll, bisa disebut juga sebagai manuskript. Keindahan bahasa memiliki daya sentuh kepada orang yang mendengarkannya. Siapa orang yang terburu-buru untuk meraih sebelum waktunya dia akan mengalami kegagalan.

Materi 16 - Penghalang ke 3 : Penjelasan sebab mengapa ilmu itu harus diambil dari lisannya ulama

itibas adalah termanipulasi, contoh yang benar dianggap salah, yang sallah dianggap benar

Materi 17 - Penghalang ke 4 : Mengambil ilmu dari ashaaghir ( orang-orang kecil)

Mengambil ilmu dari orang yang masih muda itu salah karena belum berpengalaman bisa melemahkan fondasi.
Akhabir ( orang-orang besar (ilmu)) atau bisa disebut sebagai sepuh, orang tua.
Ashaagir ( mentah, ilmu dan pengalaman , muda)
Akhabir - syahwat udah hilang, bijak, alwakor ( tenang) haibah (wibawa)

Materi 18 - Penghalang ke 4 : Kebaikan akan selalu ada selama ilmu itu berasal dari orang yang tua

Kalian akan berada dikebaikan apabila kalian belajar kepada ashbir (orang tua)

Materi 19 - Penghalang ke 4 : terlarangnya mengambil ilmu dari ashaaghir

Amal adalah cermin dari ilmu
Istiraj (tipu daya)

Materi 20 - Penghalang ke 4 : Apabila ilmu syari dari ulama kibaar (senior)

Nambah ilmu nambah akhlak, bijak