Step By Step Menjadi Profesional Trader (From Kaskus thread)

Dari pada baca dari awal ampe abis mending baca jadi 1 ūüôā
Step By Step Menjadi Profesional Trader
 
Syukur Alhamdulillah ane sudah bertahun-tahun trading forex dan masih bertahan hingga saat ini. Sudah banyak suka dan duka yang telah dihadapi selama perjalanan karir menggeluti dunia forex ini, dari dana loss ribuan dollar, ditinggal kimpoi pacar gara-gara lebih suka macarin grafik, kuliah berantakan hingga wisuda di semester 15 fakultas Teknik, sampai dikejar-kejar debt Collector untuk bayar hutang. Tapi semua itu tidak menyurutkan semangat dan perjuangan ane untuk terus berproses menjadi seorang trader forex yang sukses. 
 
Jika dihitung-hitung mungkin ane telah melakukan puluhan ribu transaksi dan memperkosa ratusan indikator, ngubek-ngubek berbagai forum forex, mempelajari ratusan teknikal analisis dari KG strategi, moving average, guppy, support resistance, fibonacci, gann, channeling, eliot wave,ichimoku, chaos trading, candlestick, dow theory, psar, seawave, dan masih banyak lagi. Hampir semua teknikal analisis rasanya udah ane baca. Berbagai jenis ebook forex berjumlah gigaan ada di komputer ane, wakakak
 
Sampai ane yakin seyakin-yakinnya, ternyata forex bukan hanya sebuah bisnis tapi juga sebuah perjalanan untuk mencari jati diri yang sebenarnya. Bagaimana kita belajar untuk mengendalikan emosi, menghadapi rasa frustrasi, tetap tersenyum di saat marah, dan tidak terlalu gembira di saat senang, karena toh kesedihan dan kegembiraan di forex sifatnya sementara, gak pernah abadi, loss yang berwarna merah mempesona selalu menanti 
 
Waktu profit, rasanya seolah-olah sudah berada di pintu surga, ketika loss rasanya kayak ketemu malaikat maut, pistol terlihat sangat begitu bersahabat, tinggal tarik pelatuknya terus tempelkan moncongnya di pelipis, percayalah kawan
 
Ya sudahlah, yang lalu biarlah menjadi sejarah, ane juga gak pengen curhat disini, ngeladen amat. Setidaknya ente tahu kalau forex itu adalah mesin pembunuh. Jika ente gak kuat iman dan mental, ente bakalan jadi frustasi dan jadi gila di forex ini tanpa menyisakan uang sepeser pun. 
 
Dari 10 orang trader forex, 9 diantaranya bangkrut dan 1 menjadi gila. Yang sukses adalah mereka yang pernah bangkrut dan gila. haha
Syukur ane gilanya gak kelamaan, walaupun masih rada-rada gila sampai sekarang, kekeke
 
Setelah dengan semangat mencicipi asam garam dunia forex, walaupun saat ini trading dengan modal kecil, akhirnya sekarang ane telah profit konsisten dengan grafik profit trading yang setiap hari semakin naik ke pojok kanan atas, balance semakin hari semakin nambah. Trading report lebih banyak cendolnya daripada batanya. Sekarang baru tahu rasanya punya pohon duit, dan punya kunci harta karun triliunan dolar, dan dengan bangga bisa mengatakan “I AM A FOREX TRADER”¬†
 
Ane bukanlah master, masih banyak yang harus dipelajari lagi. Threat ini ane dedikasikan untuk para trader forex newbie yang semangat untuk terus belajar dan antusias mengupgrade diri di dunia forex, dan rasa terima kasih kepada kaskus yang telah membuat ane tanpa sengaja terjerumus ke dunia saham dan forex. Insya Allah akan ada banyaaak topik yang akan ane sharingkan di threat ini, dari psikologis, money management, teknikal analisis, strategi, and many more. Mudah-mudahan bermanfaat
 
 
Prinsip #1. Mulailah dari Level 1
 
Forex gak kenal siapa lo, mau lo presiden, Poseidon, Bill Gates, Carlos Slim, tukang loak, tukang ojek, entah siapapun. Forex gak bakalan bersimpati dan nepuk-nepuk pundak lo ketika lo ngancam mau bunuh diri di depan grafik setelah MC berkali-kali dengan meninggalkan seabrek hutang. Forex gak bakalan ngelayat lo, walaupun lo mati dalam kemiskinan gara-gara trading loss terus. Forex gak kenal lo semua. Camkan ini Idiot!
 
Di mata forex semua orang sama, kayak Tuhan aja die. Yang membedakannya hanyalah seberapa konsisten lo profit, haha. Ketika ente nyasar di forexland, semua aturan dan semua hukum ada di tangan forex. Semau-mau die, gak bakalan ada yang sanggup dan bisa ngelarang. Dunia gue Aturan Gue, gitu katanya. Forex adalah makhluk Tuhan paling ngotak dan paling egois sepanjang sejarah. Dia lebih sadis dari Hitler, lebih sangar dari Darh Vader, lebih psikopat dari Lord Voldemort, dan lebih sombong dari Firaun. wkwkwk
 
Dia gak akan mengistimewakan lo, dan nganggap lo VIP trader karena lo trading $1 juta atau $1 Triliun sekalipun. Dia juga gak bakal ngejek dan ngeremehin lo walaupun lo trading dengan akun cent atau mikro, dengan balance $1 doang. haha
 
 
Mulai dari level 1 disini maksudnya disini dengan modal 1 digit dollar, mulailah trading dari modal $1 doang. Gak lebih gak kurang!
Ente yang mulai trading dengan $1000 dollar gak lebih hebat dari mereka yang mulai trading pake $1.
 
Jika ente mau naik ke level 2, mudah saja. Lipat gandakan tuh modal 10 kali lipat jadi $10. jadi dua digit deh duit lo sekarang. gampangkan…
 
Jika prinsip #1 ini lo langgar, siap-siap aja bangkrut dan jadi gelandangan di forexland
 
Huah, kecil amat. Kapan kayanya kalau gitu. Forex kan bisnis buat cepat kaya gan, High profit high return gitu loh. Mungkin ente mau protes dengan semangat dan antusias ke muka ane. Tahukah ente? dibalik HPHR itu ada yang namanya High Risk. RESIKO.
Resiko berbisnis forex gak tanggung-tanggung. Dosen di kampus ane ada yang bunuh diri gara-gara forex, rugi ratusan juta. Mampus!haha
 
Walaupun modalnya kecil, tapi ente bisa profit 10 kali lipat (1000 persen) dalam sebulan gak jadi masalah kan? hehe. Dalam 10 bulan ente udah masuk ke dalam milionaire Forbess 1000 list. Daftar 1000 orang terkaya di dunia. Oh wow. Mereka yang masuk ke list itu gak ada yang menang lotre dan kaya dalam semalam. Kecuali kalo lo nemuin Lampu Aladdin, kekeke
 
Orang yang ane tau sukses di forex dan jadi level 11 saat ini, namanya George Soros. Peringkat 20 Terkaya Dunia tahun 2012 dengan duit sebanyak $20 milyar. Soros mulai trading dari tahun 1956 kalo gak salah. Sudah 56 tahun coy. Itulah orang tercepat di planet ini yang nyampe level 11 dari forex, pfft
 
 
 
Anggap aja gini, ente trading dari modal $1, ujug-ujug 50 tahun ke depan ente jadi trader/investor Level 11. Masih mau gak trading di forex? Nyesel gak trading dari modal $1 doang? Kalau ane gak nyesel gan
 
Pertanyaannya adalah: gimana caranya kita bisa profit 1000 persen dalam sebulan? Ane gak tau gan. Kalo ane bisa jawab, sekarang ane dah masuk Forbess. Tapi kalo ditanya gimana caranya profit 1000% dalam setahun? Banyak yang bisa jawab. Ane juga insyaallah akan bantu menjawab…
 
HAVE FUND !
 
 
 
Prinsip #2. Gunakan Margin 1% Setiap Transaksi
 
5% orang di planet ini menguasai 90% uang yang ada, 1% orang teratasnya menguasai 50% uang yang ada, dan sisanya sebanyak 10% uang yang beredar diperebutkan oleh 95% orang seluruh dunia. So pathetic…
 
Yang membedakan keduanya adalah pada pertanyaan tentang akan diapakan uang yang mereka miliki, sehingga orang yang 1% dan 5% itu lebih kaya dari yang 95%. Jika orang yang akan menjadi 1% dan 5% akan bertanya, apa yang harus kulakukan agar uangku ini bertambah banyak? sementara yang 95% orang umumnya akan bertanya, uang ini akan kugunakan untuk membeli apa ya?
 
Karenanya orang yang termasuk golongan 1% dan 5% akan cenderung menggunakan uangnya untuk kepentingan melipatgandakan uangnya seperti di depositokan, investasi dengan membeli rumah lalu disewakan, atau berinvestasi dengan membeli rumah walet, membeli kebon jati, atau membeli perusahaan. Sementara golongan orang yang 95% hanya akan berpikir untuk hidup boros dengan membeli mobil Jaguar, BMW, Mercy S Class, rumah mewah, dan sebagainya. Jadi bila ingin menjadi kaya dan sukses, berpikirlah seperti orang yang 1% dan 5%.
 
Anehnya, jika semua uang di dunia ini dibagikan sama rata kepada setiap orang, dalam jangka waktu 5 tahun, komposisi kepemilikan uang tersebut akan kembali lagi seperti semula. 5% orang menguasai 90% uang, dan 95% orang biasa gontok-gontokan memperebutkan sisa yang 10%, wakakak
 
Forex termasuk bisnis yang telah ditakdirkan untuk mereka yang masuk ke dalam kategori 1% dunia.wuih. Masalahnya, kebanyakan trader forex adalah mereka yang memiliki pola pikir 95% orang kebanyakan. Hasilnya apa? hanya 5% trader yang yang sukses di forex , dengan meninggalkan sisa 95% trader dalam kegagalan. Intinya di sini adalah mentalitas bro
 
Bersyukurlah ente bisa kenalan dengan forex, berarti Tuhan sudah ngasih kesempatan kepada ente untuk masuk ke dalam komunitas 1% orang terkaya di dunia.
 
Kalau ente mau cepet kaya, ane bilang Forex gak cocok buat ente. Mending ente jadi koruptor aja deh. Forex adalah bisnis jangka panjang untuk mereka yang memiliki komitmen untuk jadi kaya. Yah gak lama-lama amatlah, cukup 5-10 tahun ente bertahan di Forex, ane jamin ente bakalan jadi trader top dengan penghasilan ratusan juta sebulan. Kalo gak kaya, ane cukur kumis ane, wakakak
 
Untuk menjadi dokter/sarjana, dibutuhkan waktu 5-7 tahun kuliah, baru menghasilkan duit. Lha ente, baru trading 3 bulan, udah gak sabaran pengen dapet duit ribuan dollar dari forex. Ngimpiii! Ibarat baru kuliah 3 bulan di fakultas kedokteran, ente udah pengen ngebedah orang. Guobloook, hehehe 
 
Back to topik.
 
Jika ingin menjadi 1% orang top dunia, gunakanlah Margin 1% setiap transaksi. Trader sukses dengan balance jutaan dollar, menggunakan margin 1%, maksimal 5% setiap transaksi.
 
Kenapa 1% margin? karena dengan menggunakan 1% margin, berarti kita telah melakukan perlindungan terhadap modal kita. Semakin besar margin yang digunakan, maka akan semakin besar drawdown terhadap modal jika ente loss trading. 
 
Misal, ente trading dengan modal $100, kemudian loss hingga menyisakan balance $50, berarti ente mengalami absolute drawdown 50%. Untuk mengembalikan balance ente ke awal, ente harus profit 100% dengan modal sekarang yang tersisa sebesar $50. Dan ini sangat berat. Gimana mau profit, lha wong ente jago loss kok
 
Margin 1% menurut ane adalah untuk mendapatkan profit 1% balance sama dengan profit 100 point di pairs XXX/USD. Pairs yang lain gak jauh beda selisihnya. 100 point di XXX/USD gak jauh beda hasilnya dengan XXX/jpy, jika margin yang digunakan sama.
 
Jika balance ente $10.000 dengan margin 1% dan leverage 1:100, maka setiap transaksi ente harus trading sebesar 10.000 quantity (0.1 lot). Dimana 1 lot = 100.000 qty.
 
Cara gampangnya, jumlah quantity sama dengan balance. Simple. Jika ente profit 100 point, dengan lot sebesar 0.1 lot/10.000 quantity, maka ente profit sebesar $100 (1% dari balance $10.000). 
 
Jika ente menggunakan 1% margin seperti cara di atas, maka ente bisa multiple transaksi dengan batas 35 jumlah transaksi dalam satu waktu. Kita batasi maksimum 20 aja deh. Jadi setiap pairs, 1 transaksi aja. denagn margin 1% ini, ente gak bakalan kena MC, dengan syarat Stop Loss dibawah 100 point. Setiap open posisi, lihat free margin jangan sampai lebih kecil dari margin. Jika sudah lebih kecil, batasi OP samapi segitu. Free margin lebih besar dari margin lebih aman.
 
Ente akan terkena MC jika ente trading lebih dari 35 transaksi dalam satu waktu, atau transaksi single tapi dengan margin 35% (quantity = 35 x balance).
 
Broker yang cocok dengan strategi margin 1%, yang saat ini ane pake yaitu AGEA.com ex marketiva. Jika ente trading $1, quantity = 1. Maksimum 20 transaksi dalam satu waktu. 
 
Jika Prinsip #2 ini dilanggar, anda akan selalu berlangganan dengan Margin Call (MC)
 
Sejauh ini, dengan menggunakan margin 1%, ane cuma mengalami drawdown absolute sebesar 3%, dengan profit lebih besar dari 10% dalam seminggu, multiple pairs, maksimum 20 transaksi dalam satu waktu. Hasilnya tergantung ke strategi yang digunakan. Lumayanlah, trading gak sport jantung, bahagia di saat profit, dan gak sedih di saat loss, kekeke
 
Jika kurang jelas, bisa kita diskusikan.
 
HAVE FUND!
 
(jakasembung)
 
 
Sebelum masuk ke prinsip #3, lebih baik coffee break dulu, nunggu ada yang nanya tentang prinsip #1 & 2. Cekidot 
 
Coffee Break #1 CATATAN SEORANG TRADER NEWBIE
 
Salah satu kesalahan terbesar secara psikologis, hampir setiap trader yakin akan membuat perjalanan mereka sukses karena percaya bahwa jumlah data ekonomi yang dianalisis dan (atau) mereka memiliki metode trading yang rumit atau sangat mahal dan pasti memiliki hubungan langsung dengan keuntungan di pasar. Wuiihhh..!
 
Pada kenyataannya, setiap trader profesional membuktikan, bahwa faktor-faktor ini biasanya memiliki hubungan terbalik dengan keuntungan perdagangan, setidaknya setelah titik tertentu. Baru sadar setelah merasakan penderitaan di forex .. hihihii…
 
Lha wong baru dua bulan menjadi trader segera ‚Äėgak pake lama‚Äô menerima investor‚Ķ gara-gara pede banget seminggu telah membuat kuntungan 100 %… Ini pada dasarnya mereka melakukan sejumlah analisis pada data pasar yang setiap saat bisa berbeda pada tingkat lebih lanjut. Data yang berubah ini mungkin memiliki efek negatif pada trading Anda, hal itu menyebabkan Anda kehilangan uang.
 
 
Ini mungkin tampak membingungkan kalau saya katakana bahwa kenyataan bahwa terlalu banyak menganalisis data pasar benar-benar dapat menyebabkan Anda kehilangan uang lebih cepat dari yang Anda pikirkan. Ini adalah salah satu perangkap psikologis yang melekat pada seorang trader.
 
Alasan utama mengapa ini terjadi adalah karena manusia memiliki kebutuhan bawaan untuk merasa mengendalikan hidup mereka dan lingkungan mereka, itu adalah sifat manusiawi daaah… Sayangnya untuk calon trader forex kadang memiliki ciri genetik bahwa manusia malas berusaha keras yang disertai berkorban untuk sukses di forex trading. Malah lebih suka berkorban untuk sodakoh sama broker hihihihiii…. (bahkan berkali-kali)… Pelatihan trading membayar 1 juta gak mau, MC berkali-kali yo siap aja… Deposit berkali-kali, siap…. Itulah Indonesia…. Khakhakhakhkaha
 
Pada kenyataannya, sebagian besar perasaan normal kita menginginkan untuk bekerja lebih keras (loss gak diperhitungkan) daripada orang berikutnya yang menghabiskan waktu tambahan belajar dan meneliti untuk pekerjaan ini atau untuk sekolah/kursus/belajar. Saya katakan, itu kurang benar. Apalagi kalau pelatihan dianggap benar-benar tidak bermanfaat untuk sukses di pasar forex.
 
Masalah dengan mencoba menerapkan gagasan kerja keras untuk trading forex , maksud saya begini…itu melebihi tingkat tertentu seperti membaca grafik kemampuan teknis yang njlimet, benar-benar ada aspek untuk menghabiskan lebih banyak waktu menganalisis. Intinya di sini adalah bahwa ada jutaan variabel yang terlibat dalam perdagangan pasar forex; setiap orang dalam perdagangan pasar adalah variabel dan setiap pikiran mereka tentang pasar adalah variabel karena ini adalah semua hal yang dapat menyebabkan harga bergerak . Maaf, kalau Anda tidak sepaham…
 
Kecuali Anda (entah bagaimana) ternyata dapat melacak setiap pedagang di pasar dan semua pikiran mereka, hihihihihi.. tetapi secara tegas saya katakan.. (mbuh bener ora iki..) Anda pada dasarnya tidak memiliki kontrol atas pergerakan harga dan mencoba untuk menganalisis lebih lanjut data ekonomi atau mencoba dengan metode yang terlalu rumit dengan asumsi yang paling rumit itulah yang paling joss‚Ķ Saya akan menggunakan istilah: pada dasarnya ‚Äėhanya upaya‚Äô ini berarti untuk mengontrol sesuatu yang tidak bisa dikontrol. Angel kan? Yo ben.. aku juga bingung mau pake bahasa yang bagaimana‚Ķ mohon maklum mantan tukang ngarit.
 
Saya pernah bincang-bincang dengan master ‚Äėahli analisa‚Äô, eh dia malah ‚Äúseolah-olah‚ÄĚ mentertawai.. saya yang kurang ahli menganalisa… karena yo cara menganalisanya aku sama dia lain toh… gak apa, bicara sama orang pinter memang kadang saya gak nyambung‚Ķ. Jauuuuuh..!!!
 
Padahal, menurut saya, penyebab kegagalan trading forex dimulai dengan ide bahwa trader merasa kebutuhan psikologis untuk mengendalikan lingkungan mereka dan ketika ini keadaan emosi tak terkendali memenuhi dirinya‚Ķmenjadikan dunia forex trading hampir selalu memiliki konsekuensi negatif. Masalahnya ini bekerja seperti bola salju itu sendiri juga karena sekali seorang trader kehilangan beberapa perdagangannya ia mulai marah dan ingin “kembali” di pasar. Apalagi jika habis loss besar, saat itu juga sisa yang ada harus kembali segera.. wuiih.. bunuh diri aja dah‚Ķ!
 
Kemudian njlimetnya mereka ini, (maaf Boss‚Ķ) Mereka hebat! Tetapi Cara mereka melakukan adalah dengan membaca/mengkoleksi (?) buku-buku perdagangan mata uang atau membeli sebuah sistem trading yang berbeda atau mahal yang tampaknya lebih mungkin untuk bekerja dengan baik atau dengan menganalisis ‚Äėinner‚Äô setiap laporan ekonomi, mereka seolah dapat menemukan dan mencoba untuk memprediksi bagaimana itu akan mempengaruhi pergerakan pasar. Setelah proses ini telah dimulai yang terjadi adalah kebingungan dan semakin bingung‚Ķ hanya orang-orang ‚Äėkuat‚Äô yang mampu bertahan‚Ķ Sungguh saya salut sama yg saya sebut terakhir ini‚Ķ
 
Kesulitan yang saya alami, untuk semua ini adalah bahwa, seperti yang dinyatakan sebelumnya, setelah saya mencapai tingkat tertentu pemahaman teknis dan fundamental, setiap penelitian lebih lanjut kadang melampaui titik yang benar-benar akan bekerja melawan ‚Äúenjoy-nya‚ÄĚ saya dan tingkat di mana saya ingin lebih banyak belajar lebih dan melakukan penelitian lebih lanjut. Dan malah menjadikan saya semakin pusing‚Ķ khakhakahkahkahakhaa
 
 
Forex Jahat?
Jadi bagaimana trader bercita-cita mencapai profitabilitas yang konsisten di pasar valas jika kita secara genetik prima untuk gagal dalam upaya ini? Langkah pertama dalam proses ini hanya menerima kenyataan bahwa Anda tidak dapat mengontrol pasar forex yang tak terkendali dan memeriksa ego Anda . Pasar forex tidak peduli apa yang telah Anda lakukan dalam hidup Anda sebelumnya. Forex tidak peduli Anda punya hutang bertumpuk-tumpuk… Lha Anda berteriak-teriak di depan pintu broker menyuruh GBPUSD up … sambil mengancam bunuh diri, kalau harga mau jatuh ya dia akan turun… hihihihii… Ini adalah arena di mana manusia bertindak keyakinan mereka tentang nilai tukar pasangan mata uang tertentu. Keyakinan ini adalah hasil dari emosi, dan emosi manusia sangat diprediksi ketika datang ke masalah uang.
 
Intinya di sini adalah bahwa mereka yang melakukan penelitian lebih luas lagi (sukanya njlimet-njlimet..hihihihihi) dan mencoba untuk menemukan “holly grail” sistem perdagangan adalah orang-orang yang berusaha untuk mengendalikan pasar dan dengan demikian perdagangan yang berbasis dari emosi dan memberikan prediktabilitas yang bagi para profesional itu dapat untuk mengambil keuntungan darinya. Ya gak apa, kalau sudah professional kan pasti joss‚Ķ saya tidak meragukan para master ini‚Ķ Saya aja yang ‚Äėkemplu‚Äô gak bisa menganalisa.. Angkut saya jadi muridmu suhuuuuuuu‚Ķ.!!! khakhakhakhakhakha‚Ķ
 
Memang paradoks di sini adalah bahwa trader profesional melakukan sangat sedikit yang sebenarnya: teknis dan fundamental,, mereka memiliki sisi analisa lain yang ditentukan mereka saat di di pasar dan mereka hanya memeriksa pasar sesekali atau dua hari dan melihat apakah mereka ada berada ujung sana, dimana system analisa mereka cocok. Jika tidak, sebagian dari mereka hanya menunggu dan melihat besok (misalnya) karena mereka tahu bahwa pasar forex adalah aliran kontinu diri menghasilkan peluang, sehingga mereka tidak merasa tertekan atau cemas untuk perdagangan saat ini. Kalau belum pas dengan sistemnya ya dia gak trading… mereka menerima kenyataan bahwa setiap tindakan lebih lanjut yang hanya akan bekerja melawan system mereka itu akan menjadi usaha sia-sia dan tidak akan menjadi tindakan yang obyektif. Mereka mampu mengontrol diri….!!! Ajari saya menjadi master…. suhuuuuuuuuuuuuu…!!!!
 
 
Saya masih newbie suhuuuuuuuuuuuu…! Saya seorang trader yang sering mengacaukan trade saya sendiri suhuuuuuuu…!!!
 
Saya sering emosional yang mengarah ke Overtrading, meningkatkan ukuran posisi, memindahkan stop loss atau memindahkan target profit lebih jauh. Suhuuuuuuuuuu….!!!!
 
Saya sering bermain-main dengan emosi saya suhuuuuuuuuu…Mengedepankan mental tetapi meninggalkan Money Manajemen suhuuuuuu…!!!
 
Yah,….Tindakan ini hampir selalu menyebabkan trader kehilangan uang, alasannya mengapa?
Apakah Anda juga seperti ini? Hihihihihiii… gendong aku suhuuuu…!
 
Seluruh artikel ini dapat diringkas dalam dua kalimat berikut; orang yang menghabiskan lebih banyak waktu menganalisis data pasar dan berusaha untuk menyempurnakan sistem perdagangan mereka pasti mendorong siklus kesalahan emosional yang bekerja untuk melanggengkan kegagalan perdagangan mereka dan akhirnya mengakibatkan kehilangan uang dan kehilangan waktu . Orang yang menyadari bahwa pasar tidak terkendali dan membangun rencana trading mereka di sekitar fakta ini pasti akan tiba pada suatu “menetapkan mindset” mentalitas jenis yang menginduksi keadaan emosional yang kondusif untuk terus-menerus sukses pasar dan profitabilitas yang konsisten. Metode trading yang digunakan adalah salah satu variabel paling penting, tetapi umumnya metode sederhana yang menawarkan kemudahan yang logis didefinisikan dan menguntungkan seperti analisis tindakan harga adalah metode terbaik untuk ditetapkan sebagai pola pikir atau mindset.
 
 
 
Prinsip #3. Selalu menggunakan Stop Loss dan Take Profit 
 
Kebanyakan pemula membenci stop loss. Kebanyakan dari mereka hanya memasang Target Profit saja. Dulu pun ane pernah melakukannya, dan ternyata itu adalah sebuah keputusan yang salah.
 
Memang benar, tanpa stop loss, seringkali target profit tercapai, tapi sampai kapan hal itu bisa terjadi? Ketika target profit tidak tercapai, maka kerugian besar akan terjadi, bahkan mungkin bisa mengakibatkan kebangkrutan.
 
Trading Forex adalah seni memasang Stop Loss dan Take Profit
 
Stop loss adalah sebuah pengaman dari modal. Ketika seorang trader salah arah, maka stop loss akan mengamankannya dari kerugian yang lebih besar.
 
Ane kira hampir semua trader tahu akan pentingnya memasang stop loss, tapi kenapa kebanyakan tidak menghiraukan akan pentingnya stop loss?
 
Pernahkah berpikir seperti ini: “Stop loss ane sering tersentuh, padahal sedang pada arah yang benar, kalau saja gak memasang stop loss atau kalau saja stop loss dipasang lebih longgar, pasti target profit ane sudah tercapai”. Atau pernah juga mengalami ini: “Waduh… untung saja pake Stop Loss, kalau gak… amblas deh … turunnya curam bangeut euy…”
 
Stop loss yang terlalu panjang atau stop loss yang terlalu pendek, bukanlah stop loss yang ideal, lalu yang mana yang ideal??
Inilah dia masalahnya. Secara extrim saya katakan “Trading forex adalah seni memasang stop loss pada harga tertentu di waktu tertentu, dalam kondisi tertentu, dan dengan money manajemen tertentu pula.”
 
Tidak heran, trader profesional Alexander Elder pernah menulis sebuah alinea dalam bukunya yang kalau diartikan secara bebas : “Pasanglah stop loss dan biarkan harga bergerak bebas…”
 
Wow… ane kira ini adalah hal yang aneh bagi para pemula yang senantiasa memasang Target Profit tanpa SL dan membiarkan harga bergerak bebas, walaupun dalam keadaan minus yang besar yang entah kapan harga akan berbalik, atau mungkin harga tidak akan pernah berbalik sebelum dia keluar dari pasar”
 
Ketika para amatir sibuk memperkirakan Take Profit, para profesional sibuk menentukan stop loss yang tepat.
 
 

Trading itu berjuta rasanya
 
Stop loss adalah salah satu keajaiban forexland. Stop loss dipakai bukan untuk mempercepat kerugian tetapi digunakan lebih untuk membatasi jumlah kerugian karena pergerakan forex yang sering mabok goyang gergaji gak karuan. haha. 
 
Tanyalah trader profesional entah itu di Wall Street atau di Hongkong, pasti dia akan bilang kalo SL merupakan salah satu cara untuk meminimalisir resiko dan memaksimalkan profit di setiap posisi trading kita. Semua trader di seluruh dunia setuju dengan hal ini, kecuali trader di Blok M. Dengan menggunakan Stop Loss, kita dapat menghindari skenario dimana kita banyak mengakumulasikan profit, akan tetapi satu buah kesalahan / loss yang besar akan menyapu habis jumlah akumulasi total profit kita.
 
Ane dulu hobi banget trading tanpa make SL dan TP, pernah profit nyampe 100% selama beberapa hari. Suatu saat, ketika buka chart lagi, tuh profit dah dilibas habis gara2 minus ratusan pips selama 2 jam aja. Kerja keras berhari-hari entek gara-gara minus cuma 2 jam.haha. Rasanya campur aduk, kesel, sedih, bete, frustrasi. Pokoknya depresi banget
 
Untuk trader newbie, banyak yang enggan dan gak mau menggunakan salah satu keajaiban forexland ini. Bahkan dikalangan nubitol stop loss dicap sebagai sumber dari kekalahan transaksi pada saat open position yang menyebabkan modalnya modyar. Gimana mau TP dan dapet pips, lha baru ditinggal pipis aja SL nya dah kena, karena terpengaruh dengan anggapan inilah akhirnya banyak nubitol yang melakukan transaksi tanpa menggunakan stop loss.wakakak. Hebat benar. Untuk kalangan master dan profesional, tentu saja hal ini dianggap sebagai kenekatan yang sia-sia. 
 
Fasilitas stop loss dipakai untuk membatasi jumlah kerugian dari pergerakan mata uang yang negative. Sebagai gambaran, bayangkan jika seseorang belajar berkendara tanpa menggunakan rem!
Bunuh diri namanya jika ente trading tanpa stop loss. Ibarat perang, ente telanjang bulat gak make apa-apa dan gak bawa apa-apa. Terus teriak-teriak sambil lari-lari. wakakak. Kalo gak setuju make Stop Loss, berarti Ente gak cocok jadi trader profesional, lebih cocoknya jadi trader di tanah abang. Camkan ini nubitol idiot! 
 
Bertransaksi tanpa menggunakan fasilitas stop loss memang sangat menggoda untuk dilakukan, karena sebesar apapun kerugian yang terjadi, open position yang dilakukan gak tertutup dengan otomatis. Memang harga valuta asing di pasar bebas cenderung bergerak naik dan turun dengan cepat pada range tertentu. Dan sering terjadi pada saat terjadi floating minus, tiba-tiba bergerak menjadi positip dan akhirnya Take profit. Dan pengalaman seperti ini akhirnya dianggap sebagai transaksi yang aman, dan membiarkan terjadinya floating negativ karena nantinya pasti akan take profit juga.
 
Makanya kalau lo mau jadi trader profesional pastikan lu make Stop Loss dan take profit dalam setiap open posisi !!!
 
Didalam forex yang kita butuhkan hanya ilmu pasti bukanlah prediksi, Ane yakin ente bakalan loss kalau ente hanya bisa memprediksi tanpa ada kepastian !!!
Mungkin kalau SLnya bisa berjalan plus terus sih tidak masalah boz, asik-asik aja. Tapi apa mungkin selama kita open posisi selalu profit terus? nah itu yang dikhawatirkan.
 
Stoploss emang penting , trader yang baik biasanya menggunakan money manajemen yang tepat salah satu nya stoploss, dan stoploss mencerminkan disiplinnya seseorang..
 
Hampir semua trader, tak peduli sebagus apapun displin mereka, harus menggunakan stoploss. Stoploss akan lebih membantu kita mengimplementasikan “act in your best interest”.Menggunakan stoploss untuk melindungi trading kita dan untuk mengurangi tingkat emosional dalam trading kita . Dan sebagaimana kita tahu, semakin banyak emosi mempengaruhi trading kita , maka semakin kecil kemungkinan kita menghasilkan profit dari trading tersebut.¬†
 
Stop Loss dan Take Profit harus selalu digunakan. Jangan pernah satu transaksi sekalipun ente biarkan tanpa SL dan TP. 
 
Jika prinsip #3 ini dilanggar, ente akan floating minus besar-besaran dan terkena insomnia akut
 
Mari kita review dari awal, di prinsip #1 kita mulai trading dengan modal $1. Hal ini bertujuan untuk menjaga aset finansial kita ketika belajar forex, sebelum menghasilkan profit konsisten sebaiknya modal dasar ini gak perlu ditambah. Kalau pun habis, tinggal depo aja, gak berat. Tanpa harus jual sawah warisan simbok, gadaikan BPKB mobil, nyekolahin sertifikat rumah,dll. Yang membuat kita bisa mati muda jika loss, pdahal masih dalam tahap belajar untuk menjadi trader profesional dengan profit yang konsisten. 
Pada prinsip #2, kita trading dengan menggunakan margin 1%, tujuannya supaya kita bisa terus bertahan di forex tanpa pernah terkena dengan yang namanya Margin Call. Sebuah momok yang sangat menakutkan di forexland. 
Prinsip #3 melatih kita untuk disiplin dengan sistem kita, selalu memasang Stop Loss dan Target Profit setiap kali transaksi. Sehingga trading tidak perlu harus melihat chart setiap saat, karena kita telah memasang target kita
Dari ketiga prinsip ini, jika benar-benar dipraktekkan secara sungguh2, maka trading menjadi mudah, menyenangkan, enjoy, dan sehat. Dengan ketiga prinsip dasar ini, kita sudah trading seperti trader pro, jika diterapkan dengan sungguh-sungguh. Sehingga kita bisa bertahan di forex untuk jangka waktu yang panjang, suatu saat tanpa kita sadari, kita telah menjadi seorang trader profesional yang menghasilkan profit secara konsisten.
Prinsip selanjutnya kita akan belajar prinsip yang mahaaa penting di forex, gimana caranya supaya lebih banyak TP daripada SL. Lebih banyak cendol daripada batanya di account history. Praktekin aja yang ini dulu…okey!
HAVE FUND!
 
 
Prinsip #4. Trend is Your Friend!
 
Trend adalah teman Anda
 
Trading adalah salah atu cara yang bagus untuk hidup dan mengumpulkn sejumlah besar kekyaan. Sebagai trader Anda sendirilah yang bertanggung jawab atas semua keputusan Anda bahwa Anda dapat mengambil keuntungan atau membuat kerugian dalam perjalanan karir trading anda.
 
Sebagai pedagang Anda sendiri akan bertanggung jawab atask semua kerugian yang Anda dapat dan di sisi lain Anda tidak harus berterima kasih kepada siapa pun keuntungan Anda. Anda adalah bos dan Anda tidak terikat kepada orang lain atau institusi mana pun.
 
Profesional trader membuat sebagian besar keuntungan mereka di pasar trending. Namun ada masalah yang sebagian besar trader gak mengerti yaitu pasar gak selalu bergerak dalam keadaan trending. Trending market hanya 30-50% dari waktu. Sisa waktunya pasar tidur dalam rentang perdagangan tertentu atau tidak memiliki tren. Trend terjadi ketika harga terus dan tetap naik atau turun secara dinamis dalam jangka waktu tertentu. Market selalu mengalami siklus ini, bila Anda cermati dan perhatikan juga selalu berulang. Ada sebuah siklus yang tanpa Anda sadari selalu muncul dalam perdagangan harga mata uang. Siklus ini selalu ada dan tak akan pernah berakhir sampai kapanpun hingga market itu sendiri yang akan memutuskan perjalanannya kedepan.
 
Hal ini merupakan sesuatu yang alami, dan sudah diciptakan market sejak perdagangan forex ada. Waktu market sedang mengalami naik, kadang pada saatnya pula mengalami penurunan. Jika harga sudah terlalu mahal dan tinggi, sudah saatnya harga mulai menurun. Begitu sebaliknya, jika harga sudah terlalu murah dan rendah, sudah waktunya harga mulai naik. Perulangan harga selalu muncul disetiap waktu dan disetiap sesi market berjalan
 
Dengan mengikuti tren dalam timefrime yang berbeda, trader dapat meningkatkan keuntungan dan peluang profit mereka pada saat trending dan hanya menjadi pengamat pada saat market gak trending.
 
Trend adalah teman Anda, dan dia adalah satu-satunya teman terbaik anda di forexland
 
Trader mencoba untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan harga: Beli pada harga rendah dan jual dalam harga tinggi. Sebagian besar waktu mereka memperhatikan chart tapi tidak memperhatikan trend
 
Seorang trader harus bisa mengidentifikasi tren market. Lebih mudah untuk trading selama trending daripada trading saat flat market.
 
Trend muncul ketika terjadinya ketidakseimbangan jumlah pembeli dan penjual dalam market. Pada saat pembeli lebih banyak, maka terjadilah uptrend, begitu juga sebaiknya. Pada saat flat market, harga bergerak semaunya, mabok sambil marah-marah, ngoceh gak karuan. gak jelas tujuannya mau kemana. Pasar menghabiskan sebagian besar waktu mereka dalam keadaan ini daripada trending. Ketika terjadi kegelisahan atau kegembiraan massa, terjadilah lonjakan harga dan inilah yg kita sebut sebagai trending market.
 
Mengidentifikasi tren dan rentang perdagangan adalah salah satu tugas paling sulit dalam analisis teknis. Sangat mudah untuk menemukan mereka di tengah-tengah tabel, tetapi saat semakin dekat ke tepi kanan grafik, semakin sulit didapatkan.
 
Tren dan rentang perdagangan yang jelas menonjol terdapat pada grafik yang sudah lama. Saat seminar forex ditunjukkan grafik lama yg terlihat sangat mudah untuk menangkap tren. Masalahnya adalah broker Anda tidak memungkinkan Anda untuk berdagang di tengah grafik. Dia mengatakan Anda harus membuat keputusan trading di tepi kanan dari grafik!
 
Masa lalu adalah tetap dan mudah untuk dianalisis. Masa depan adalah dinamis dan berada dalam ketidakpastian. Pada saat Anda bisa mengidentifikasi tren, biasanya kesempatan yang bagus sudah hilang. Tidak ada bel berbunyi ketika tren mulai terjadi. Pada saat Anda menyadarinya, Anda akan kehilangan uang karena menganggap anda masih berada dalam trend.
 
Kebanyakan trader tidak bisa menerima ketidakpastian. Mereka memiliki kebutuhan emosional yang kuat untuk menjadi benar. Mereka bertahan pada posisi kalah, menunggu pasar untuk berbalik. Mencoba untuk menjadi tepat disaat pasar berubah arah. Trader profesional keluar dari loss market secara cepat. Ketika pasar berbeda dari analisis Anda, Anda harus memotong kerugian tanpa ribut-ribut atau emosi.
 
Trend terjadi setiap saat.Saat anda sedang membaca tulisan ini, trend sedang terjadi. Setiap timefrime grafik selalu menunjukkan adanya trend. Masalahnya, setiap tf trend nya gak sama, sering berbeda. Hal inilah yang mebuat kebingungan trader, tf manakah yang harus diikuti trendnya? Seorang trader profesional mengikuti timefrime tertentu. Mereka tidak aktif masuk ke dalam pasar untuk setiap tf. Ketika tf yang diamatinya trending, masuk market, saat gak trending, mereke menunggu sampai pasar trending.
 
Jika Anda ingin bertahan di forex, ikutilah prinsip ini. Jika market sedang naik, ikutilah untuk membeli, dan bila market sedang turun, ikutilah dengan menjual. Mengikutinya akan selalu membawa dampak positif pada transaksi Anda, semakin Anda mengikutinya semakin nyaman trading Anda.
 
Jangan mencoba atau punya keinginan untuk melawan trend market. Ketika harga sedang turun tajam, itu artinya harga sedang bergerak cepat dan kuat untuk melanjutkan trend. Jangan mencoba memprediksi harga naik saat itu juga, atau menghitung dan mencari titik yang pas untuk melakukan open posisi buy.
 
Saat harga kuat, mungkin Anda ingin sekali untuk open sebaliknya. Sebenarnya hal itu wajar, tapi melihat kekuatan harga yang lebih kuat, menjadikan pergerakan akan semakin panjang untuk lebih meneruskan trend. Sebaiknya fikirkan prediksi ikuti trend saat itu, bila memang trend saat itu sedang turun, carilah prediksi untuk bisa open turun, bila sudah menemukan titik yang tepat untuk open turun, maka ikutilah market.
 
Begitu juga sebaliknya, jika harga sedang bullish dan pergerakannya kencang, maka ikutilah market. Memprediksi supaya Anda bisa melakukan open posisi buy, hingga Anda menemukan titik yang tepat untuk melakukan open sesuai trend saat itu. Harga akan mengalami konsolidasi dan mengalami pembalikan trend butuh waktu dan jeda sebelum trend saat ini benar-benar selesai.
 
Menunggu Market
Jika memang saat itu trend market sedang kuat dan tidak ada cara untuk memprediksi dan menemukan titik untuk open, lebih baik tunggu dulu. Proses menunggu akan lebih baik digunakan dari pada Anda mencoba open yang belum tentu ada hasil yang bisa dipertanggung jawabkan.
 
Saat market sedang liar, jangan melakukan apapun, dan tunggu hingga pergerakan benar-benar terkendali. Sambil menunggu harga normal, analisa dan lihat kembali sistem trading Anda akan sangat membantu dalam memprediksi harga kedepan. Melihat dan mengevaluasi transaksi yang pernah Anda lakukan, serta mempelajari kesalahan-kesalahan transaksi trading Anda akan lebih bermanfaat pada transaksi berikutnya untuk lebih baik lagi. Jadi tidak akan sia-sia Anda menanti market yang sedang tak menentu tersebut.
 
Trader yang menerapkan prinsip #4 ini dengan penuh disiplin akan memenuhi transaksinya dengan take profit, dan bagi yang melanggar, account historynya akan berdarah-darah penuh dengan loss
 


 
Dow emang membagi trend jadi 3 fase, yaitu inisiasi, akumulasi/public participation dan terakhir fase ekses

Spoiler for dow: 

Fase inisiasi adalah mulai terbentuknya trend baru atau reversal, ditandai dengan terjadinya flat market dimana terjadi keseimbangan permintaan dan penawaran. Di grafik biasanya terlihat doji yang banyak banget berturut, market tidur. Kalo pake bollinger band terjadinya penyempitan area. Pada fase ini biasanya trader pro menunggu saat open yang tepat saat market bangun. Market bangun biasanya setelah harga menembus support/resistance-nya.

Fase Accumulation (akumulasi)/ public participation memakan lebih banyak waktu untuk berakhir dan kisaran harga lebih tinggi dibandingkan pada fase Initiation. Secara psikologis, para pelaku ‚Äėmelihat‚Äô tren terbentuk dan dengan senang hati bergabung dengan tren.

Fase terakhir atau Excess memiliki jangka waktu terpendek namun memiliki kisaran harga tertingi dan memberikan sinyal bahwa tren akan segera berakhir. Mengapa? Pembeli dari fase pertama telah mendapatkan keuntungan, atau mereka telah menambah posisi dan menargetkan ketinggian tertentu. Ketinggian ini biasanya diperkirakan oleh beberapa ‚Äėahli‚Äô yang juga memiliki keahlian untuk memperkirakan. Para pendatang baru, yang membaca mengenai level yang diperkirakan para ahli bergabung dan menempatkan target profit yang memberikan dorongan tambahan. Berhati-hatilah dengan kenaikan harga yang mendadak, hal ini dapat berarti berakhirnya tren.

Gimana kalo kita masuk market saat fase ekses? bisa dipastikan kita rugi gan. Yang bagusnya kita masuk market saat masih fase inisiasi dan akumulasi. Kalaupun masuk di fase ekses dan mengalami kerugian, itu adalah hal yang wajar di forex. kita gak tau harga bakal kemana. Toh saat trading in the trend gak selamanya kita selalu masuk saat fase ekses. Loss di forex adalah hal yang wajar gan. Makanya harus selalu memakai SL dan TP.

Masuk pas trend aja masih rugi, apalagi masuk saat counter trend atau flat market. Setidaknya saat trending kemungkinan profitnya lebih besar daripada gak trending. Trading in the trend sama fungsinya seperti masang stop loss, yaitu meminimalisir kerugian.

 
 
Cara nentuin fasenya mudah aja gan

dari gambar bisa diliat kalau setiap fase derajat kemiringannya berbeda.
dimana inisiasi< akumulasi < ekses. Di gambar sudah ane bedakan jenis trendlinenya dengan warna. Cara membuat trendline dengan menghubungkan lower dengan lower highnya (untuk uptrend) atau high dengan lower highnya (untuk downtrend).
Fase inisiasi sangat singkat, fase akumulasi biasanya lebih panjang daripada fase ekses. Untuk menjelaskan tentang fase ini orang-orang sering juga menggunakan eliot wave. Dimana gelombang 1 adalah fase inisiasi, gelombang 3 yang terpanjang sebagai fase akumulasi, dan wave 5 sebagai fase ekses.

trading di fase akumulasi kita harus menunggu saat fase inisiasi berakhir. Biasanya fase inisiasi ini disebut juga sebagai correction wave, yang jika berakhir akan meneruskan trend sebelumnya. Jangan sampai terjebak di wave koreksi/inisiasi ini, dia belum jelas mau kemana arahnya.
Pada gambar diatas, setelah fase ekses, itu namanya wave koreksi, ane salah op sell disana. Setelah koreksi itu dilanjutkan dengan uptrend lagi

Trend yang ideal biasanya mengandung 3 fase ini. Ada yang nyampe 4 fase, tapi jarang. Pada saat flat hanya terdapat satu fase saja biasanya. Gelombang koreksi juga hanya satu fase saja yaitu fase inisiasi saja

Kalau bisa diurutkan untuk trend ideal biasanya kayak gini :

uptrend – 1-2-3-downtrend-1(/koreksi/inisiasi)-uptrend-1-2-3-downtrend-1-2-3-uptrend-1(inisiasi/koreksi)-downtrend -1-2-3-dst
*nomor menunjukkan fase: 1 inisiasi, 2 akumulasi, 3 ekses

 
 
 
 
 
 
LEVEL TRADER FOREX

Apakah profesi seorang trader menjanjikan?

Kenapa kebanyakan trader banyak yang rugi?

Kenapa maen forex dan saham selalu rugi?

INI ADALAH TAHAPAN/TINGKATAN SEORANG TRADER UNTUK MENJADI SUKSES BERMAEN DI FOREX

Level 1 Unconscious Incompetence

Begitu kamu beres menandatangani agreement trading, disinilah kamu berada. Kamu menjadi trader karena kamu mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa mengalahkan pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat simulasi kamu telah profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya?.

Kamu mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 poin sampai 200 poin per lot per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. kamu pada awalnya tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator saja, atau bahkan hanya dengan insting (baca artikel tentang insting di psikologi trading), toh kamu bisa profit.

Namun sayangnya, market akan mengalahkan kamu. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. loss demi loss menghampiri kamu, kamu mencoba bertahan namun kalau sampai margin habis, siapa yang bisa tahan??.

Kamu sama sekali tidak menyadari bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tetap mengira kamu bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya (apakah bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit?).

Kamu tetap mengira bahwa kamu adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kamu tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Kamu tidak mempunyai sistem yang kumplit, kamu dikuasai oleh emosi kamu, kamu selalu averaging posisi jika loss karena kamu ANGER pada market, kamu selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena kamu dikuasai oleh GREED, kamu tidak pernah trading karena kamu takut/FEAR. Kamu membiarkan diri kamu dikuasai oleh emosi sehingga margin equity kamu menderita.

90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya kapok, berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka.sebagian lagi moralnya anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi.

Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. dan biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat sebagai managemen di brokernya. lalu sebagian lagi akan tetap ngantor seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri.

Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level ini dan waktu selalu menang.

90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan pindah ke level 2.

Level 2 Conscious Incompetence

Di level ini kamu sadar bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tidak memiliki kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan kamu tahu solusinya, kamu sadar bahwa selama di level 1 pikiran kamu dikaburkan oleh emosi kamu sehingga kamu tidak bisa berpikir secara jernih.

Di level ini kamu akan mencari holy grail (system yang sempurna, system yang 100% profit, system yang tidak pernah loss), kamu mulai membeli system yang ada di internet, kamu membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia, kamu baca semua ebook yang ada, kamu praktekan semua system yang kamu peroleh, kamu haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.

Pada level ini kamu akan membaca semua detail tentang indikator, kamu akan test semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kamu mungkin akan membuat indikator sendiri (biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kamu akan bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator lainnya.

Kamu tahu bahwa market terlalu rumit untuk di predict hanya dengan 1 indicator saja, kamu tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. kamu tahu persis keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya.

Kamu akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator tersebut. kamu akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh pada trader senior. karena kamu tahu kalau kamu tidak bertanya sekarang maka selamanya kamu tidak akan tahu.

Pada akhirnya di level ini kamu akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang lengkap dan mencoba mencari tahu system mana yang paling cocok dengan kepribadian kamu.

Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3.

Level 3 The EUREKA Moment

Pada akhir level 2, kamu akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di system. Kamu menyadari bahwa kamu bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika kamu bisa menggunakan kepala kamu dan money management yang benar.

Kamu mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.

Level pencerahan ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian.

Kamu mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan system yang asli.

Kamu mulai trading jika kamu tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system kamu, kamu selalu menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading.

Ketika stoploss kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading berikutnya akan meningkat probabilitas profitnya karena kamu tahu system kamu itu system yang profit.

Kamu secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan money management kamu. Dan kedisiplinan kamu untuk melakukan trading apapun yang terjadi.

Kamu mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal ini mengingatkan kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama padamu dan kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu memang belum siap namun sekarang kamu siap.

Di level pencerahan, otak kamu akan menerima bahwa kamu tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.

Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.

Level 4 Conscious Competence

Oke, Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu memberi signal.

Kamu cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena kamu tahu system kamu akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kamu lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account kamu.

Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kamu meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu kamu lakukan.

Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki system kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money managemen yang kamu pegang.

level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.

Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.

Level 5 Unconscious Competence

Nah sekarang kamu sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kamu bisa trading secara alami, kamu telah menguasai semuanya, kamu bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, kamu telah open di posisi yang benar, jadi kamu tinggal melihat profit kamu bergerak dari 2 digit ke 3 digit.

Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu telah menguasai emosi kamu dan kini kamu trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang kamu peroleh.

Kamu akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang kamu katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka, karena kamu ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu.

Kamu akan memberikan saran bagi mereka, namun kamu tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.

Kamu tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual, kamu bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, kamu bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana.

Kamu mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa membuat buku sendiri, kamu bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kamu akan berlipat-lipat dari account awal.

Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.

Sekarang kamu bisa dengan bangga berkata ‚ÄĚ SAYA SEORANG TRADER‚Äú.¬†¬†

 
 
Original Posted By¬†punkman¬†‚Ėļ
kalo soal transaksi 1% margin ane kurang stuju gan. Gak bisa disamakan dengan yang udah trading jutaan dolar karena leveragenya pun gak sama. Trading sampe 5% margin pun masih OK kalo modal anda masih dibawah 5M asal teknik anda luar biasa konsisten TP dan SL selalu 1 berbanding 1 dan selalu masuk di trending market atau rejection.

contohnya kalo ane maen H1 TP dan SL selalu 30 pips berbanding 30 pips, gak pernah diganti2 kecuali udah floating +20 pips, maka SL diubah ke BEP. Kalo maen H4, lot size dikurangi jadi 75% yang maen H1 dan TP:SL juga selalu yang berbanding sama (contoh 50 pips berbanding 45 atau 60 maksimal). Nah H4 ane sedikit fleksibel karena SL ane selalu ngincar 7-12 pips di atas hidung pin/bar atau high/low nya outside bar.

mnurut ane yang jadi kesalahan umum trader tuh mereka ga konsisten.Contohnya SL diganti2 mlulu atau malah maen gak pake SL. Bahkan kalo ada trader yang TP:SL nya aja 1:3 ane udah gak ngikutin lagi. Buat apa punya win rate 80% tapi TP : SL nya 1:3? Mending 65-75% tapi TP : SL selalu berbanding lurus kan? atau malah TP nya yang dibesarkan. Dan juga kadang ada orang masuk GBP dan EUR dalam waktu bersamaan. OKlah terkadang mereka memang berlawanan arah tapi tujuannya apa? Jika keduanya bergerak ke arah yang sama, apa bedanya misalnya maen EUR doang tapi lotnya digedein? Kalo saran ane sih fokus dulu ama satu pair ntar kalo dah jago baru maen multipair itupun jgn masuk berbarengan. Kalo lagi gak ada sinyal di EUR baru masuk di GBP, dan seterusnya. Intinya jangan floating 2 posisi yang kemungkinannya lumayan besar satu arah. Gak jelas jadinya. kcuali floating beda timeframe.

Pada dasarnya dunia trading tuh statis luar biasa. Dari pertama ada juga sampe skarang begitu2 terus. Liat saja kalo ada pin bar di H1/H4 daerah SBR, RBS atau BRN, 80-90% memang bakal mantul dari chart 2006 juga begitu.

Maka kalo mau rada cepet gak usah berusaha temukan teknik baru. Reinvent the wheel aja. belajar sama yang udah trading lama banget dan bener2 make a living dari sana, gak perlu diubah2 lagi tekniknya. Kalo ane blajar dari FF dari thread soal price action yang memang sudah dari taun 2006, dan ane juga backtest mendetail teknik tersebut di cTrader sehingga ketawan hasilnya 2-3 tahun terakhir seperti apa. dan sampe skrg ane maen yah syukur2 memang scara bulanan selalu positif hasilnya. BBrp bulan terakhir ane bahkan udah ga baca news sama sekali. Clean chart dan 2 garis MA (bukan buat crossover loh yah, buat baca trend semata) udah lebih dari cukup. News malah bikin confusing aja. kadang jadi pengen masuk eh malah direject balik. Biasa di PA jauh lebih jelas arah trendnya daripada liat fundamental. Makanya ane skarang maen rejection dan trend aja tapi keduanya mesti dikonfirm ama price action gak bisa kagak (dan price action sendiri juga tidak bisa menentukan apa2 mesti jelas dia terjadi dilevel mana)

Yang penting konsistensi aja. Percaya dengan teknik yang anda pelajari dan kalo lagi loss gak usah mikir “wah kenapa loss yah?” ya udah aja close, ntar besok2 masuk lagi. Intinya maen kagak pake bot tapi harus berpikir seperti bot, emotionless. Gak usah takut untuk masuk dan gak usah takut untuk cut loss.

tapi ane stuju bahwa trader sukses mesti bangkrut dulu. Ini sangat penting supaya kita kenal betul risk management kita serta membentuk psikologi kita

wuih, panjang amat gan.
Margin 1% setiap trader standarnya beda-beda gan, klo ane margin 1% ukurannya 100 point profit atau loss di pairs EUR/USD untuk profit/loss sebesar 1%, dan itu hitungannya untuk leverage 1:100. Klo untuk akun jutaan dollar yang leveragenya bukan 1:100, margin 1% nya beda lagi hitungannya. Kalo agan sudah punya hitungan margin dan mm sendiri itu udah bagus banget, tinggal dilanjutin dan dikembangin aja. Margin 1% ini kan untuk trader nubie yang belum ngerti tentang MM dan belum punya sistem trading yang profitable

Ane gak pernah trading merubah-rubah SL dan TP, setelah open posisi apapun yang terjadi ane selalu membiarkan harga kena SL atau TP. Bagi ane strategi trading hanya berlaku sebelum open posisi, setelah OP, strategi udah gak berlaku lagi, ane tinggal tunggu hit. Ane percaya dengan sistem ane, bukan percaya sama pasar. Ini wujud kedisiplinan yang ane udah jalankan, klo ini ane langgar, maka hasilnya selalu mengecewakan. Mau loss mau profit terserah, yang penting ujung-ujungnya lebih banyak profit daripada loss, hehe

Gak ada yang namanya holy grail di trading forex, yang setiap transaksi pasti profit terus. Kecuali agan dari tahun 2100, make mesin waktu ke zaman sekarang, dengan membawa history market, baru bisa. Sistem trading terbaik ada di dalam pikiran sendiri.
Konsistensi dalam menggunakan satu trading sistem itu penting, cukup menguasai satu style trading aja secara njlimet, itu lebih bagus daripada ribuan style tapi cuma sebatas kulit aja. Ane trading juga make naked trading, gak pake indikator sama sekali. Indikator terbaik adalah market itu sendiri. PA emang mothernya teknikal analisis, yang menurunkan anak jutaan indikator. Klo udah menguasai Price Action, gak perlu trading make indikator lagi, hehe.
Bagi nubie yang hobinya ngoleksi indikator, ane hanya mau bilang, kacian deh lo, haha

Trading tanpa make emosi ane setuju banget gan, ngapain trading sambil sport jantung, nambah masalah n penyakit aja, haha. Hidup terlalu indah jika ditukar dengan trading yang membuat stress. 

 
 
 
Prinsip #5. Set and Forget Trading

Agan bayangkan trading cuma 30 menit di pagi hari, agan open posisi sesuai dengan trading sistem agan. Setelah itu agan tutup platform trading agan, lalu chatting di facebook, ketawa-ketiwi, ngakax sambil baca-baca joke, bosen lalu jalan-jalan ke mall sambil shopping, nonton di bioskop ama keluarga/pacar, nemenin anak2 berenang, dan sebagainya. Lalu sore hari kira-kira jam 5, agan buka lagi platform trading agan, ternyata posisi yang dibuka tadi pagi sudah hit, lebih banyak profit daripada lossnya. Akun agan udah nambah lagi, seperti yang sudah-sudah. Lalu dengan semangat agan buka lagi posisi baru, gak lama-lama amat kira2 30 menitan. Setelah OP agan tutup lagi tuh platform. Kemudian agan nyantai ama keluarga, sambil bakar-bakar sate di taman. Besok pagi agan buka lagi platform trading, ternyata posisi yang dibuka semalam udah hit semua, kebanyakan profit sih daripada loss, seperti pengalaman selama ini. Hasilnya gak beda-beda amat, yang penting profit terus secara konsisten, yang jelas agan sudah sangat tahu dan sangat yakin kalau strategi trading agan udah matang, gak perlu dirubah-rubah lagi. soalnya hal ini sudah agan lakukan bertahun-tahun. Hal ini agan lakukan terus setiap hari. Trading semaunya, kapan aja. Gak perlu pake mikir lagi, dan gak pake emosi lagi tradingnya. Semua hal tentang forex agan sudah tau dari A sampai Z, harga sudah telanjang bulet, tinggal dibekep, wakakak. Mau kemana prginya agan sudah tau. Udah lancaaaar banget. Trading semudah membalikkan duit.

Akun trading agan dari hari kehari terus naik, duit agan berton-ton di Bank, perusahaan dimana-dimana, pacar juga dimana-mana,haha.Sebelumnya gak punya mobil udah punya mobil, mewah lagi, versi terbaru pula. Setiap hari minggu terus, habis minggu, besok minggu lagi. Liburan selamanya. Jalan-jalan ke luar negeri sudah menjadi hal yang biasa. Minggu depan agan mau tour ke Myrdall dan Gudbrandsdalen di Norwegia, entah tempat apa itu gak tau, yang jelas agan bakalan liburan selama seminggu ke sana, ajib bener, wkwkwk. Uang sudah gak jadi masalah lagi, jalan-jalan ke mall belanja gak perlu liat harganya lagi, tinggal comot aja, kalau perlu Mallnya juga di beli sekalian, kekeke. Agan jadi selebritis forex, nama agan di Indonesia sejajar sama pengusaha-pengusaha papan atas kayak Bob Sadino, Purdie Chandra, Bakri, Chaerul Tanjung. dll. Setiap hari ada undangan yang minta anda jadi pembicara seminar ini dan itu, wartawan selalu nguntit kemana agan pergi. huehuheuehe

Halah. Cukup ngayalnya, ntar kebanyakan ngayal lagi, gak jadi trading, wakakak. Ngayal emang enak sih gan, daripada mikirin trading yang loss trus. Udah bertahun-tahun lagi tradingnya. Alangkah Kejamnya dunia, heuheeheu

Prinsip #5 Set and Forget Trading di sini maksudnya setelah buka posisi, biarkan market berjalan, dan biarkan harga hit TP atau SL. Simple banget. Tutup platform dan agan bisa ngerjain yang lain seperti bekerja, makan, nonton, wakuncar, dll. Gak over-analisa pasar. Setelah open lalu lupakan. Yang penting lebih banyak hit TP daripada SL.

Mungkin banyak yang gak setuju ama prinsip ini, terserah. Mau setuju atau gak mau percaya atau gak, ane cuma bisa bilang bodo amatlah. Sakarepmu dewe! Yang bakal capek juga ente, yang stress juga ente, yang bangkrut juga ente kok, heheheiueh. Gak ngaruh ke ane. Kalo mau ngeliatin chart terus seumur hidup ya silahkeun saja, gak bakal ada yang larang. Rubah-rubah SL dan TP ya monggo, gak haram dan gak dilarang Tuhan. Cuma mau sampai kapan agan mau seperti itu? Trading yang bikin frustrasi, stress mikirin floating. Floating plus khawatir kalau jadi minus, floating minus lebih stres lagi, jantungnya udah marathon. Kalau agan trading seperti ini berarti agan sudah berada di pinggir kuburan, tinggal tunggu waktu aja, heuheueheue

Ane gak bisa mikir banyak-banyak. saat ini sistem trading ane adalah :
1. Open posisi
2. Lupakan
3. Hit
4. Replay 1-3.

Gak banyak kan langkahnya, disana gak ada langkah rubah SL dan rubah TP. Kalau mau agan masukin juga silahkan, berarti ada langkah ke kedua baru setelah open yaitu jika harga bla…bla… bla maka langkah ke empat rubah TP, kalo bla2… bla2… maka rubah SL. atau cut loss jika bla…blaa…blaa. Terserahlah. sakarepmu. Yang jelas ane gak bisa ngitung banyak-banyak. Hitungan sampai 4 diatas ane rasa juga udah kebanyakan banget.

Jika hal ini bisa agan praktekin, sampai 100 kali, agan bisa review lagi sistem trading agan, mana yang lebih banyak hit nya. TP atau SL? Kalau lebih banyak SL, coba agan analisa lagi, dimananya yang salah, mungkin waktu masuk pasarnya gak tepat, kurang bisa baca arah market atau sebab yang lain. Ulangi terus sampai 1000 bahkan 10.000 kali trading sampai lebih banyak hit TP daripada SL-nya. Kalau agan bilang gak sanggup sampai segitu banyak tradingnya malulah sama Thomas Alva Edison yang nyiptain lampu, ngulangin percobaan terus sampai lebih dari 10 ribu kali.
Jika udah lebih banyak TP, berarti agan udah punya sistem trading yang profitable dan yang lebih penting lagi sistem trading yang Simple.

Set and Forget juga melatih kedisiplinan, Patuh pada sistem, sabar, pengendalian diri dan emosi.

Jika Pirinsip #5 Set and Forget ini dilanggar, agan akan manghabiskan banyak uang dan umur dengan trading yang tidak berkualitas

Hidup terlalu indah untuk dihabiskan di depan grafik

Setelah agan praktekin prinsip 1-5 ini, ane harap trading agan sudah berkembang pesat. Coba sharing di sini grafik reportnya setelah dipraktekin, terlebih-lebih lagi prinsip #5 di atas. Syaratnya minimal 100 kali hit. Trus nanti kita bahas dimana kekurangannya, apa yang perlu ditambal dan apa yang perlu dibuang, hehe

Spoiler for gunung: 


Naik-naik ke puncak gunung, tinggiiiii tinggiiii sekaliiiii 

Terus daki gunungmu sampai puncak dengan titik aman minimal : profit factor > 1, maksimal drawdown < 20% dan profit trades > 50%.

Loss itu pasti, profit itu kepastian

HAVE FUND!

eiiit, jangan lupa tinggalkan jejak gan

 
 

‚óĄŘ©‚óŹŘĚ‚óŹŘ©‚Ėļ Learning NAKED TRADING STRATEGY Resurrected ‚óĄŘ©‚óŹŘĚ‚óŹŘ©‚Ėļ

Sebelumnya saya mohon maaf jika harus menutup thread Naked trading yg lama,
karena banyaknya permintaan di temen2 di forum ini, FB dan YM yg menginginkan saya mengupdate kembali thread Naked Trading, maka saya putuskan untuk membuka thread baru dengan bahasan yg masih sama, yaitu Naked Trading Strategi.
Tujuan saya memilih untuk membuka Thread baru daripada meneruskan yg lama adalah karena Thread yg lama sudah kebanyakan junk post.

Rules Thread ini :

1. Please…jangan melakukan junk post di thread ini, silahkan bertanya apa saja yg berhubungan dengan naked trading, insyaAllah akan saya respon.

2. Jangan pernah mengharapkan saya akan memberikan signal di thread ini, karena memang tujuan thread ini adalah untuk sarana belajar bersama.

3. usahakan baca2 dulu postingan awal2 sebelum bertanya tentang naked trading, hal itu menunjukkan keseriusan belajar.

4. Silahkan posting hasil analisa OP yg berhubungan dengan Naked Trading, usahakan dengan gambar agar semua bisa ikut belajar.

Thanx

================================================== ========================

seluruh isi thread ini akan berupa sebuah proses pembelajaraan yg tidak akan pernah berhenti.

proses pembelajaran ini akan meliputi :

1.langkah pertama yg harus dipelajari adalah belajar basic PASR, mulai dari memahami apa itu PASR,
sampai mementukan level2/zone Support & Resistance yg sesuai dengan style naked ini.

2. selanjutnya kita akan mempelajari basic dari reversal candlestick pattern seperti – SS, Hammer,
BU/BE Engulfing, dark cloud, piercing, dan doji.
secara spesifik kita hanya menggunakan pattern2 tersebut untuk naked trading,
tapi tidak menutup kemungkinan akan digunakan juga bar pattern seperti IB dan pinbar.

3. kemudian kita juga akan mempelajari fibo retracement
untuk mengukur level retracement dari sebuah trend yg telah terjadi.
kemudian dari ketiganya kita kombinasikan menjadi sebuah strategi yg simple tapi profitable yg kita sebut naked trading.

4. terakhir kita akan belajar tentang bagaimana memanage risk dengan baik.

untuk saat ini saya harap teman2 yg baru belajar naked trading ini hanya menggunakan DEMO ACC,
penggunaan real acc sangat tidak disarankan, minimal sampai anda bisa konsisten profit tiap bulannya selama 3 bulan berturut2 walaupun hasilnya kecil.
setelah anda bisa konsisten profitable selama 3 bulan berturut2 silahkan mulai menggunakan real acc tapi mulailah dengan modal kecil dan trading di cent acc.

proses pembelajaran naked trading ini akan membuka cakrawala baru yg utuh tentang dunia trading, anda akan belajar tentang pentingnya percaya dan disiplin dengan trading plan yg sudah teruji dan anda dibuat sendiri, sekaligus mungkin akan merasakan jatuh bangun sampai anda benar2 bisa mengontrol psikologi trading.

berapa lama yg dibutuhkan untuk bisa menguasai strategi ini ???
semuanya tergantung dari berapa lama anda bisa mengontrol emosi/psikologi trading masing2.
biasanya setelah anda melalui proses dimakan, dikunyah, dan bahkan diludahkan kembali oleh market,
baru akan menyadari pentingnya mengendalikan emosi/psikologi trading.
dan jika setelah proses di hajar oleh market tersebut anda masih bisa tetap fokus menggunakan strategi ini,
anda akan mulai melihat sinar terang kesuksesan karir trading anda.

************************************************** **************************
——————————************************************—————————-
Tanamkan ini dalam mental kalian :

saya adalah seorang trader bukan seorang gambler/penjudi.

saya trading untuk hidup bukan hidup untuk trading.

saya sadar bahwa trading bukan kendaraan super yg bisa membuat kaya dengan instan.

saya sadar tidak ada jalan pintas untuk bisa sukses dan menjadi trader yg profitable.

saya tahu trading adalah sebuah bisnis dan akan saya perlakukan trading selayaknya bisnis yg serius.

saya selalu memiliki kesabaran extra untuk menunggu dan menunggu sampai melihat sebuah kesempatan.

saya harus selalu disiplin mengikuti setiap detil plan dalan trading plan yg saya buat.

saya bisa menerima trading yg loss karena loss adalah sebuah kepastian.

saya adalah trader profesional dan trader profesional akan selalu mencari alasan untuk tidak masuk ke market.

saya bukan trader amatir, trader amatir memanage uang dengan mengambil resiko, trader profesional memanage resiko untuk mendapat uang.

Saya percaya dengan Holy Grail, saya tahu apa holy grail itu, dan sekarang saya sedang menggunakannya.

 

 

Udah lama juga ane gak apdet trit ini, udah lumutan dan banyak sarang laba-labanya, hahaha. Banyak agan2 yang PM ane supaya dilanjutin. Oke deh. tak lanjutin….
Ini satu lagi ilmu yang ane dapat dari ngubek-ngubek forum luar. Mengajak kita berkontemplasi sebagai seorang trader. Semoga manfaat
Quote:38 Steps to Becoming a Trader

They are as follows:

1. We accumulate information – buying books, going to seminars and researching.
2. We begin to trade with our ‘new’ knowledge.
3. We consistently ‘donate’ and then realise we may need more knowledge or information.
4. We accumulate more information.
5. We switch the commodities we are currently following.
6. We go back into the market and trade with our ‘updated’ knowledge.
7. We get ‘beat up’ again and begin to lose some of our confidence. Fear starts setting in.
8. We start to listen to ‘outside news’ and to other traders.
9. We go back into the market and continue to ‘donate’.
10. We switch commodities again.
11. We search for more information.
12. We go back into the market and start to see a little progress.
13. We get ‘over-confident’ and the market humbles us.
14. We start to understand that trading successfully is going to take more time and more knowledge than we anticipated.

MOST PEOPLE WILL GIVE UP AT THIS POINT, AS THEY REALISE WORK IS INVOLVED.

15. We get serious and start concentrating on learning a ‘real’ methodology.
16. We trade our methodology with some success, but realise that something is missing.
17. We begin to understand the need for having rules to apply our methodology.
18. We take a sabbatical from trading to develop and research our trading rules.
19. We start trading again, this time with rules and find some success, but over all we still hesitate when we execute.
20. We add, subtract and modify rules as we see a need to be more proficient with our rules.
21. We feel we are very close to crossing that threshold of successful trading.
22. We start to take responsibility for our trading results as we understand that our success is in us, not the methodology.
23. We continue to trade and become more proficient with our methodology and our rules.
24. As we trade we still have a tendency to violate our rules and our results are still erratic.
25. We know we are close.
26. We go back and research our rules.
27. We build the confidence in our rules and go back into the market and trade.
28. Our trading results are getting better, but we are still hesitating in executing our rules.
29. We now see the importance of following our rules as we see the results of our trades when we don’t follow the rules.
30. We begin to see that our lack of success is within us (a lack of discipline in following the rules because of some kind of fear) and we begin to work on knowing ourselves better.
31. We continue to trade and the market teaches us more and more about ourselves.
32. We master our methodology and our trading rules.
33. We begin to consistently make money.
34. We get a little over-confident and the market humbles us.
35. We continue to learn our lessons.
36. We stop thinking and allow our rules to trade for us (trading becomes boring, but successful) and our trading account
continues to grow as we increase our contract size.
37. We are making more money than we ever dreamed possible.
38. We go on with our lives and accomplish many of the goals we had always dreamed of.

Most traders will identify with this list and should be able to place themselves within these steps. Keep in mind that very few people progress through these steps in an orderly fashion. Developing your trading skills is an iterative process. For example, you may reach Step 13., find that although you were making money, your basic premise for trading was flawed (you might have been benefiting from the bull market, rather than your own trading prowess and then have been rudely awakened when the market entered a bear phase) and you may drop back to Step 4. and start ‘climbing’ the steps again. Having the proper mindset, attitude and psychological makeup becomes increasingly important as you progress through the steps. The focus
of the earlier steps is on external issues, i.e. developing proficiency in the mechanics of trading while the focus of the latter steps (particularly from Step 30, on) is on internal issues, i.e. improving ourselves mentally and psychologically, maturing as traders.

Kalo dipikir-pikir, ane pernah nyampe level 34, tapi sekarang turun lagi ke level 30. Tinggal 8 lagi, hehehe. Pengennya sih langsung loncat level 38 kalo bisa, hahaha. Agan level berapa?
Tapi apa boleh buat. Kita harus ngejalanin step-stepnya satu demi satu. Gak bisa dilewatin begitu saja. Prosesnya harus terus dijalanin. Berhenti palingan hanya istirahat aja sebentar. Karena berhenti dari forex itu susah gan, kayak narkoba, bikin kecanduan. Berhentinya mungkin kalo sudah sukses, wkwkwk
Kalau gagal, coba sekali lagi … One more try!

Dari semua prinsip yang sudah ane share di posting2 awal rasanya sudah cukup ampuh untuk agan2 bertahan di rimba forex sampai menemukan trading plan holy grail buatan agan sendiri. Masih ada beberapa prinsip lagi yang belum ane share, tapi itu gak begitu esensial banget. Kalo ane moodnya lagi seneng, nanti ane apdet deh, hahaha

 

Prinsip #6. Trading pada Timeframe Besar

Sebuah pertanyaan sederhana, kalau mau liburan yang menyenangkan bagusnya kemana?
a. Tempat rame : terminal, lokasi demo, pasar
b. Tempat sepi : desa, danau, telaga, sungai

Sebuah kepercayaan umum dari trading forex yaitu jika trading di timeframe kecil, maka akan menghasilkan profit yang lebih banyak daripada trading di tf besar. Semakin sering di depan monitor, maka akan lebih gede pipsnya. Semakin banyak open posisi, maka akan semakin besar keuntungannya. Semua trader yang saat ini lagi trading di seluruh dunia (sering loss), masih terjebak dalam doktrin ini. Bisa jadi agan yang ngebaca trid ini juga. Hayo ngaku…!

Trader yang terkena doktrin setan ini biasanya matanya merah karena sering begadang melototin chart, gigi kuning, kulit bardaki, tubuh lemah letih lesu malas manja. Emosi labil karena sering loss. Pacaran sama chart adalah hobinya, dipelototin terus dari pagi sampai pagi lagi. Tangannya gatal untuk selalu ngebuka chart setiap saat. Geregetan ketika melihat sinyal bagus kalo gak buka posisi.

“Doktrin setan” ini terpasang di setiap pikiran 98% trader yang gagal di seluruh dunia (termasuk gue). Hanya 2% yang akhirnya sadar dan terlepas dari belenggu doktrin setan ini dan akhirnya tobat. Lalu puasa dari melihat TF cilik. Cukup trading dengan TF gede aja di TF h4 or daily

Melihat keprofesionalan seorang trader itu mudah. Liat saja timeframe tradingnya. Apakah dia suka scalping di tf M5, atau main di tf gede kayak H4. Cobalah anda tanya mbah google, trader profesional mainnya di TF berapa? jawabannya pasti gak jauh-jauh dari daily and long term. Gak mungkin seorang trader pro dengan aset akun jutaan dollar trading dengan melihat tf 5m sebagai dasar keputusan untuk membuka posisi.

Kenapa harus trading di TF gede? Coba anda baca pertanyaan di awal. Kalau mau liburan enaknya kemana? Jawaban ane sih lebih enak ke tempat sepi yang fresh, kayak ke danau atau sungai yang ada di pedesaan. Disana kehidupan lebih santai dan tenang, terhindar dari kebisingan dan polusi. Pikiran jadi lebih fresh dan lebih tajam jika tanpa kebisingan. Udaranya segar, pepohonannya menyejukkan. Berbeda halnya dengan suasana terminal. Suasana bising, sumpek, bau keringat, panas, debuan.

Nah, trading di TF kecil sama saja dengan liburan ke terminal. Banyak kebisingan dan polusi. Begitu banyak polusi yang ada di TF kecil. Entah itu news tak terduga, false trend, bigboys lewat yang bikin candle kayak jarum suntik, dll. Trading di TF kecil berarti trading melawan jutaan obokan informasi tak terduga yang semuanya akan menghancurkan akun seorang trader. TF kecil adalah sebuah tempat pencampuran semua emosi dan informasi yang berasal dari seluruh dunia. Jika ini dilawan, bisa dipastikan kita akan kalah, walaupun anda menggunakan strategi dewa sekalipun.

Untuk menyaring informasi dan emosi yang gak produktif ini, kita harus melihat ke TF yang lebih besar. Lihatlah ke tf H1 atau H4, yang lebih smooth bebas polusi. Campuran polusi di TF tersebut sudah tersaring dan tenang. Ibarat air kolam yang keruh karena diobok-obok, kekeruhannya sudah jernih dan terendapkan. Kita bisa melihat kondisi dalam kolam yang sebenarnya dengan lebih jelas.

Cobalah anda lihat chart, TF mana yang lebih mudah menghasilkan ribuan pips? TF M15 atau H4? Di TF M15, untuk mendapatkan ribuan pips kita membutuhkan puluhan trade yang profitable. Tapi dengan melihat di TF h4, mungkin saja dengan bermodalkan satu moving average dan satu open posisi saja, kita sudah bisa menghasilkan ribuan pips.

Trading di TF besar, juga membuat kita akan menghasilkan trade yang berkualitan dan high probability. Grafik lebih halus dan mudah dibaca, trend dapat dilihat dengan mata telanjang. Kita bisa dengan mudah mengatakan trendnya naik atau turun tanpa bantuan indikator sama sekali. False trend akan lebih mudah diidentifikasi. Setiap posisi akan lebih berkualitas dan menghasilkan kemungkinan profit yang lebih besar dan lebih tinggi daripada trading di TF kecil.

Overtrading dan overanalisis juga akan hilang secara natural. Hal ini karena sinyal untuk membuka posisi di TF besar lebih sedikit. Kita akan dilatih untuk menjadi penembak jitu yang profitable. Setiap trade yang diambil adalah trade yang berkualitas yg high probability profit. Tangan gatal, geregetan, keserakahan akan hilang dengan sendirinya. Psikologis dan mental akan dilatih market secara alami untuk menjadi profitable trader.

Indikator akan menjadi lebih sederhana. cukup dengan satu MA saja, profit sudah bisa didapatkan. Grafik akan menjadi lebih bersih. Lama kelamaan, agan akan menjadi naked trader. Trading gak perlu make indikator lagi.

Pergerakan pasar menjadi lebih mudah diprediksi. Gak perlu takut dengan news, ataupun bigboys menghampiri. Ijo-ijo selalu ada di history. Trading cuma 5 menit sehari, lebih sering liat2 foto seksi dan download mp3.

Jika prinsip ini dilanggar, anda akan overtrading, overanalisis dan yang pasti overloss

 

oke gan, sebelum membahas SL yang ideal, ane mau nyampaikan tentang trend yang ideal dulu. Trend ideal adalah trend yang terbentuk sempurna karena price berulang kali tidak bisa menembus suatu batas tertentu. Batas tersebut bisa berupa garis atau kurva.
Agan bisa menggunakan garis lurus berupa trendline atau Moving Average. Ane lebih suka make MA. Jika sudah bisa menetukan trend mana yang ideal, agan bisa open posisi dengan meletakkan SL pada garis yang membatasi trend ideal tersebut. Garis yang terbentuk dinamis, karena akan selalu berubah seiring waktu dan menyesuaikan dengan kondisi price yang telah terbentuk. Menentukan trend ideal mudah banget kok. Lihat aja chart dibawah ini.
(EMA 20-40-100)

Penentuan SL bisa anda letakkan pada batas trend ideal yang berupa MA. Letakkan SL disitu.
Pemilihan Time Frame trading juga berpengaruh, untuk lebih santai pake aja TF h1 dan H4, trend ideal banyak terjadi di sana. Untuk H4, anda cukup merubah SL cuma sekali dalam sehari.
Untuk TP dimana? ane gak pake TP gan, TP berupa SL. Jika trend berubah arah, secara otomatis SL akan tersentuh (SL yang telah lock profit). Agan bisa juga make trailing stop.
Sruuupuuuuut…..

 

 

 

Langkah pertama seorang untuk belajar forex adalah mengerti mekanisme mencari keuntungan dalam berdagang. Mengerti bagaimana meraup untung dalam selisih nilai transaksi. Bagi kita yang belum terbiasa dengan instrumen finansial, seperti saham, reksadana, option atau pun index, memang sangat tidak disarankan untuk mempelajari forex. Ini dikarenakan forex memiliki tingkat resiko yang paling tinggi. Pengertian resiko inilah yang membuat seorang pemula tidak dapat menjalankan perdagangannya dengan benar.

Kita harus mengenal terlebih dahulu apa tingkat resiko yang kita miliki, terutama bagi seorang forex trader. Forex trader konvensional (trading di money changer) jauh lebih aman daripada dalam bentuk kontrak (misalnya: Forex Online Trading). Ini disebabkan pada trading dengan kontrak, terdapat istilah spread yang memungkinkan seorang mendapat keuntungan berlipat kali atau sebaliknya langsung kehilangan total semua uang mereka dalam mekanisme Margin Call.

Sebagai pemula, sebelum menyentuh perdagangan instrumen keuangan dengan kontrak, pelajarilah terlebih dahulu maksud dari Margin Call, Spread dan mengenal bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Bukan fokus pada bagaimana mendapatkan uang yang diiming-imingkan beberapa dollar dalam hanya beberapa waktu.

Bagaimana dengan ungkapan seorang pemula yang meraup keuntungan begitu cepat dalam beberapa waktu?

Perlu diketahui, dalam instrumen finansial, terdapat sebuah istilah, yaitu: Trend. Sebelum kita mampu menganalisa trend, kemampuan trading kita adalah sebuah keberuntungan. Untuk mengerti trend, kita harus mampu menganalisa pola atau pattern. Bagi pemula yang mengikuti sebuah strategi yang kemudian meraup keuntungan berkali lipat, mungkin hanya beruntung karena pada suatu masa, sebuah trend mungkin sedang berlangsung untuk mengakomodasikan strategi yang dimilikinya. Tetapi ketika trend dan pattern berubah, dan ini sangat sering terjadi, seorang pemula akan menderita kerugian yang tidak sedikit. Jadi seorang trader membutuhkan jam terbang yang tidak singkat. Paling sedikit seorang trader pernah menganalisa pergerakan harga dalam rentang 10 tahun. 

 

 

Setelah mengenal mekanisme perdagangan forex, mengenal tingkat resiko yang kita masih dapat kita terima, kita baru mencari tahu bagaimana fasilitator bekerja dalam perdagangan forex ini.

Bagi kita yang telah terbiasa dengan saham, reksadana atau option, akan sangat membantu kita agar tidak lagi perlu meraba-raba dalam pemilihan broker yang baik. Namun, bagi seorang pemula, bagaimana cara terbaik untuk memilih mereka.

Dalam forex trading, terdapat 3 jenis broker yaitu: Market Maker, STP dan ECN. Mengenal jenis-jenis broker ini tidak banyak membantu bagi seorang trader kecil atau trader yang baru memulai. Namun, bagi Anda yang telah memiliki keahlian dalam berdagang forex, pemakaian broker tertentu dapat membantu Anda memaksimalkan keutungan Anda. Jadi manakah yang terbaik? Jawabannya, bagi seorang pemula tidak ada bedanya.

Market Maker pada dasarnya adalah broker yang menyediakan fasilitas dagang dengan mengambil keuntungan dari spread mata uang yang diperdagangkan. Bagi Anda yang memiliki strategi perdagangan mekanikal atau reversal trader, Market Maker bukanlah pilihan yang baik. Market Maker umumnya menampung transaksi para anggotanya, dan memanipulasi transaksi pada saat – saat tertentu. Untuk itu, transaksi pada saat-saat yang kritikal, sangat tidak menguntungkan dengan menggunakan Market Maker.

STP adalah market maker yang lebih ramah, dalam arti, mereka tidak memanipulasi transaksi, melainkan langsung melanjutkan setiap transaksi ke mekanisme harga di pasar regional forex tertentu. Bagi Anda yang pemula, tidak akan terlihat perbedaan yang berarti, namun bagi Anda yang merupakan seorang news trader, ini dapat menjadi masalah bagi strategi meraup keuntungan Anda.

ECN adalah broker yang langsung melempar transaksi Anda ke mekanisme perdagangan global. Transaksi menggunakan ECN adalah yang paling ideal pada trader besar. Namun mendaftar ke dalam sebuah ECN, membutuhkan uang yang tidak kecil. Untuk itu ECN hanya diperuntukkan bagi trader besar.

 

 

Forex Pair adalah pasangan instrumen finansial yang menjadi paket perdagangan di dalam Forex.

Terdapat 3 jenis pair dalam forex: Major Pair, Minor/Cross Pair dan Comodity Pair. Major Pair adalah pasangan forex yang paling umum di perdagangkan. Saat ini Major Pair : EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, USD/CHF. Minor/Cross Pair adalah Forex Pair yang tidak memiliki volume transaksi sebesar major pair. Ini terlihat dari spread yang cenderung lebih besar. Terakhir adalah Commodity Pair yang mana Forex Pair yang diassosiasikan dengan sebuah komoditas, seperti XAU/USD.

Bagi seorang pemula, disarankan memulai pembelajarannya dari Major Pair. Alasannya, Major Pair paling mudah untuk dianalisa. Keseimbangan pasar yang dibentuk oleh dalam Major Pair, membuatnya lebih mudah dipelajari dibandingkan Cross Pair yang penuh dengan intervensi dari keadaan psychology pasar. Meskipun Major Pair juga terpengaruh oleh psychology pasar, namun pergerakan Major Pair lebih “predictable”.

Bagi Anda yang yang ingin bermain cross/minor pair, disarankan dapat menguasai tehnik analisa trend secara tehnical dan fundamental.

Untuk Commodity Pair, memiliki persamaan dengan Major Pair.

 

Setelah kita mengerti mekanisme trading Forex, langkah berikutnya adalah mengenal Time Frame.

Pilihlah Time Frame yang sesuai dengan karakter Anda. Sesuaikan juga dengan strategy yang akan Anda gunakan.

Sebagai pemula, Anda harus fokus pada satu time frame. Mempelajari multiple time frame sangatlah tidak dianjurkan bagi seorang pemula, selain menghancurkan karakter trading Anda, juga tidak akan membentuk mental disiplin trading Anda.

Yang perlu diketahui dalam memilih Time Frame adalah, semakin tinggi Time Frame yang Anda pilih, semakin tinggi resiko yang Anda mainkan, semakin rendah Time Frame yang Anda pilih, semakin kecil resiko Anda. Tinggi dan rendah resiko, menandakan besar atau kecilnya provit / loss yang Anda hadapi.

Sebagai contoh, memainkan Time Frame Daily/Harian, akan lebih tinggi resikonya dibandingkan Time Frame Hourly. Strategy untuk Daily Time Frame relative lebih mudah untuk mendapatkan 100 pips dengan strategy Anda, sementara Hourly Time Frame, idealnya memberikan ruang keuntungan sekitar 30 pips.

Yang menjadi permasalahannya adalah sebagai pemula, Time Frame mana yang menjadi pilihan kita?

Pada langkah ke 4, sebagai pemula, Anda harus telah memiliki applikasi trading untuk memulai. Applikasi yang disarankan adalah MT4. Alasannya, MT4 adalah platform yg paling mudah dan umum bagi Forex Trader.

 

Trader umumnya dibedakan menjadi 2 jenis menurut cara analisanya: Fundamentalist dan Technicalist.

Fundamentalist adalah trader yang mengandalkan kemampuan menganalisa berita pasar. Selain laporan keuangan dan index kerja departement kerja sebuah negara, fundamentalist juga menganalisa isu – isu yang beredar di pasar dan mencoba menterjemahkannya ke dalam nilai ekonomi. Seorang fundamentalist umumnya adalah trader yang mengambil keuntungan yang besar. Seseorang yang menguasai tehnik ini, umumnya mudah menentukan trend yang sedang berlaku di pasar dan berbagai bentuk manuvernya. Namun yang perlu di mengerti adalah, tidaklah mudah untuk menterjemahkan berita & sentimen pasar ke dalam
bentuk angka-angka. Inilah yang menyebabkan seorang fundamentalist membutuhkan mentor yang kompeten. Secara autodidak, seorang fundamentalis membutuhkan waktu terbang dan kedisiplinan yang cukup tinggi.

Technicalist adalah trader yang mengandalkan analisa pergerakan harga. Tehnikal analisis lebih mudah dipelajari. Namun demikian, Tehnikal analisa membutuhkan ketekunan dan ketelitian dalam menganalisa pergerakan harga pada sebuah instrumen finansial. Karena pada umumnya seorang tehnikal trader tidak melihat berita, mereka mudah terombang-ambingkan oleh pergerakan harga. Ini terjadi karena mereka tidak dapat melihat trend dengan jelas. Untuk itulah seorang tehnikal trader harus memiliki strategi yang terpadu dan sistem perdagangan yang teruji, sebelum memulai perdagangannya.

Namun demikian, apa pun basis analisa dari seorang trader, untuk dapat melakukan perdagangan dengan baik, setiap trader mengandalkan indikator. Bagi fundamental trader, indikator adalah nilai indeks elemen ekonomi dari sebuah institusi dari sebuah pilar ekonomi. Misalnya untuk perdangan forex, indikator fundamental adalah indeks consumen, suku bunga bank central, kebijaksanaaan pemerintah pusat, indeks produksi, nilai inflasi dan sebagainya. Sementara bagi tehnikal trader, indikator adalah statistik pergerakan harga berdasarkan sebuah formula tertentu.

Kesederhanaan definisi indikator bagi tehnikal trader inilah yang membuat lebih banyak muncul tehnikal trader dibandingkan dengan fundamental trader. Namun perlu diketahui, tehnikal trader harus berhadapan jumlah indikator yang sangat bervariasi yang jauh lebih membutuhkan analisa dibandingkan dengan fundamental trader.

Keberhasilan memahami indikator inilah adalah kunci keberhasilan perdagangan Anda.

 

 

Sebelum mengerti bagaimana melakukan trading, seorang trader harus mengerti bagaimana cara kerja indikator dan bagaimana membaca indikator.

Bagi seorang fundamentalis, indikator adalah kondisi berita. Sebelum dapat menentukan posisi kontrak yang akan dilakukan, seorang fundamental akan melihat membaca berita terkini. Fundamentalis trader hanya berdagang pada berita atau kemungkinan akan sebuah berita dimasa depan berdasarkan kondisi berita saat saat ini. Sebagai contoh, untuk seorang pemain USD/JPY. Asumsikan sang trader telah mengetahui dengan jelas kondisi Amerika dan Jepang pada saat ini. Untuk menentukan posisi perdagangan yang ingin dilakukan, sekali lagi sebagai contoh: sang trader mencoba memprediksi sebuah indikator ekonomi PMI. Berdasarkan laporan minggu ini, PMI selalu terus menerus naik. Asumsikan bahwa terdapat indeks ekonomi lain pendukung PMI dan sang Trader telah mengetahui bahwa semua indeks menunjukkan nilai positif yang memastikan bahwa PMI akan naik saat ini, maka seorang fundamentalis akan memilih Buy pada transaksi forexnya.
Pertanyaannya, apakah sang fundamentalis akan Buy saat itu juga? Jawabannya tentu saja tidak, sang fundamentalis akan memilih saat yang tepat, dimana psychologi pasar sedang tertekan, sehingga harga bergerak pada posisi yang dia analisakan pasti terendah. misalnya ketika terdapat sebuah indeks ekonomi yang tidak berhubungan dengan PMI sedang menunjukkan performan yang buruk diumumkan sebelum target berita PMI yang diincarnya diumumkan.

Jadi secara singkat, seorang fundamental akan mencari 2 jenis berita yang mana satu merupakan analisa target perdagangan dia, sementara yang kedua adalah trigger / penanda bagi dirinya untuk masuk ke dalam perdagangan.

Tehnik trading ini sebenarnya sangat sederhana, namun kemampuan untuk menguasai berita dan menghubungkan satu indeks ekonomi dengan yang lain, membutuhkan waktu dan kesabaran yang tinggi. Untuk itu, seorang fundamental trader umumnya lebih berhasil, bila dirinya memiliki mentor yang baik, yang mana dapat menjelaskan prinsip pergerakan ekonomi. Namun bagi seorang sarjana ekonomi yang kompeten, umumnya mereka mengerti mekanisme pasar ini dalam garis besar. Dan memang pada umumnya fundamentalis lahir di kalangan praktisi ekonomi dan sarjana ekonomi.

Namun ini tidak menutup kemungkinan fundamentalis lahir dari mereka yang tidak memiliki dasar ilmu ekonomi.

 

Berbeda dengan fundamentalis, tehnikalis lebih menitikberatkan analisa pada pergerakan harga. Tehnikal analisis lebih mudah dilakukan, namun tidak banyak yang mampu menggunakan indikator secara benar. Banyak yang memperlakukan indikator sebagai penentu waktu masuk dan keluar dari perdagangan, yang pada dasarnya adalah salah.

Alasannya: Tehnikal Indikator menampilkan data statistik pergerakan beberapa waktu yang lampau. Secara logika, tidaklah mungkin pergerakan beberapa waktu lalu bisa menandakan pergerakan harga di waktu yang akan datang.

Pada dasarnya indikator hanya dipergunakan untuk membantu lehat trend pergerakan harga yang pada Time Frame yang lebih tinggi, tanpa harus berpindah Time Frame tersebut. Inilah kunci dasar Tehnikal Trading.

Secara prinsipal, Tehnikal trading harus menganalisa Time Frame yang lebih besar untuk dapat melakukan trading pada TIme Frame yang mereka inginkan. Sebagai contoh, ketika trading Pada 5 Minutes Chart, seorang Tehnical Trader harus mengamati pergerakan pada 15 Minutes, 1 Hour atau pun Daily Chart. Dikarenakan sulitnya proses memperhatikan begitu banyak time frame dalam satu waktu, langkah terbaik adalah dengan menggunakan indikator tertentu. Namun bagi trader yang profesional, umumnya mereka menggunakan beberapa monitor bersamaan untuk mengamati trading mereka saat itu. Inilah pula menjadi alasan mengapa seorang trader profesional menggunakan beberapa layar monitor pada suatu saat, karena mereka butuh memperhatikan beberapa Time Frame ketika sedang masuk dalam perdagangan.

Dengan jelasnya bagaimana konsep dari tehnikal trader dan fundamental trader, kita dapat menunjuk diri kita, pada konsep mana yang ingin kita anut.

Trading tidak mengandalkan faktor keberuntungan. Apa bila kita masih menggunakan faktor peruntungan, ini berarti, kita sedang berjudi bukannya spekulasi.

Berikut ini contoh indikator yang sering digunakan dalam berbagai strategi perdagangan secara tehnikal:

Simple Moving Average (n) … Mengambil rata – rata pergerakan harga beberapa periode dibelakang. Misalnya penggunaan SMA (12) pada 5 minutes Chart mengartikan Anda mencoba melihat trend 1 Hour Chart pada 5 Minute Chart. Apa bila Anda ingin melihat trend 4 Hour chart pada 5 minutes chart, Anda menggunakan SMA (48).

Exponensial Moving Average(n) .. mengambil rata rata pergerakan harga secara exponensial dari beberapa periode dibelakang. Fungsinya sama dengan SMA, hanya saja EMA lebih adaptif dan responsif terhada minor trend. EMA berguna untuk melihat pola minor dalam pergerakan harga.

Bollinger Band (n), berfungsi untuk melihat rentang momentum dagang pada periode tertentu. Konsepnya sama parameter pada EMA. Namun Bollingger Band bertujuan untuk menentukan range pergerakan trend.

Parabolic SAR, berfungsi untuk melihat kekuatan momentum trend pada pergerakan harga.

Selain itu terdapat Indicator sebagai Oscilator, yang mana berfungsi untuk menentukan momentum range trading. Fungsi oscilator adalah untuk mengetahui tekanan pasar terhadap instrumen finansial yang kita amati.

Terdapat 4 oscilator yang umum digunakan RSI, William %R, Stochastic, MACD. Namun intinya oscilator berfungsi untuk mengukur tekanan pasar pada pergerakan harga.

Permasalahan bagi seorang tehnical trader adalah: bagaimana memanfaatkan mereka semua?

Sering kali terdapat strategi yang menggunakan SMA(10) dan EMA (20), RSI(10) dan sebagainya. Bagi seorang trader pemula, kita akan bingung dan menganggap bahwa ini adalah strategi yg mumpuni dalam trading forex. Sekali lagi, asumsi sangat keliru. Sebelum kita mampu memanfaatkan indicator ini, kita harus mengerti mekanisme pergerakan harga pasar secara umum, dan karakteristik Forex Pair yang ingin kita transaksikan.

Hanya setelah mengetahui mekanisme pasar dan karakteristik Forex Pair tersebut, kita dapat menentukan parameter Indicator / Oscilator secara tepat dan memanfaatkan mereka secara tepat. Namun perlu dicatat, seorang trader yang telah mengerti mekanisme pasar, jarang sekali memanfaatkan indicator dan oscilator. Karena didalam mekanisme pasar dipelajari Support & Resistance serta Market Projection yang mana adalah fundamental dari seorang Tehnikal Trader.

Intinya keberhasilan seorang Tehnikal Trader ditentukan seberapa ia mengerti Support & Resistance serta Market Projection. Di luar dari ini, sang trader dapat diasumsikan mengandalkan keberuntungan, alias berjudi.

 

 

Bagian inilah yang paling penting dan menentukan nasip masa depan seorang Forex Trader. Hingga menentukan siapa diri, seorang tehnikal atau fundamental trader, kita telah mampu bertransaksi. Namun pertanyaannya, apakah transaksi kita akan membawa kita pada keberhasilan atau kegagalan.

Banyak forex trader yang trading dengan harapan keuntungan yang cepat tanpa memikirkan usaha yang diperlukan untuk berhasil di dalamnya. Untuk berhasil dalam Forex, kita harus memiliki: Strategi Trading yang Benar, Money Management yang Baik, Kedisplinan Kita.

Strategi Trading Yang Benar

Strategi trading yang benar terbentuk dari pengamanan mekanisme pasar. Pergerakan harga terdiri atas Support & Resistance. Support & Resistance adalah nilai dimana, pergerakan harga sebuah instrumen mencoba menstabilisasikan diri, tertahan atau mendarat, membentuk range (rentang harga) tertentu. Selain itu, pergerakan ini terlihat dalam dua wujud: range movement (pergerakan range) dan trend movement (pergerakan trend). Memahami pola-pola inilah yang membuatkan kita mengerti bagaimana memanfaatkan pola pergerakan mereka ini. Perlu diketahui, setiap Forex Pair memiliki pola pergerakan yang berbeda. Inilah yang menyebabkan, strategi yang sama tidak dapat diimplementasikan pada Forex Pair yang berbeda. Apa bila Anda menggunakan Indikator dan atau oscilator, Anda harus menyesuaikan nilai parameter mereka. Apa bila Anda dapat menemukan pola ini, Anda tentu dapat memanfaatkannya untuk memenangkan transaksi Anda.

Money Management

Setelah memiliki Strategi Dagang yang benar, Anda perlu menguji statistik keberhasilan strategi Anda. Dengan mengujinya, Anda akan mengetahui berapa ratio keberhasilan strategi tersebut. Tidak ada strategi yang mampu 100% berhasil. Namun dengan mengetahui statistik dari strategi Anda, Anda dapat mengoptimasikan kinerga strategi Anda. Anda dapat menghindarkan diri pada saat-saat dimana kemungkinan terjadi kegagalan dalam transaksi Anda.

Kedisiplinan Kita

Kedisiplinan adalah bagian terpenting dari seorang trader. Seorang Trader harus mampu bertindak secara tegas. Tidak jarang kita tergoda signal – signal yang tidak terbukti. Untuk jangka panjang, akan sangat menghancurkan performa trading Anda.

Memiliki strategi dengan kesempatan kecil namun menang 2 kali $200 lebih baik daripada menang 10 kali kalah 7 kali dengan total hanya $200 juga.

Tidak jarang terdapat strategi yang mengklaim dapat melakukan trading intensive setiap hari. Namun setelah dijumlahkan, total keuntungan yang dihasilkan tidak berbeda, bahkan kurang dari sebuah strategi yang hanya bertransaksi 1 minggu sekali atau bahkan 1 bulan sekali.

 

Sebagai seorang tehnicalis, membaca chart adalah sebuah keahlihan dasar. Asumsi kita telah mengerti tentang bagaimana cara membaca Candle Stick dengan baik.

Strategi yang dibahas pada saat ini adalah; mengenai bagaimana cara menggunakan SMA dan EMA dengan benar. Perlu diketahui, strategi ini bukanlah strategy mengambil profit dalam forex. Melainkan strategy penggunaan EMA dan SMA secara tepat.

EMA dan SMA adalah trend indicator. Bila Anda tidak mengerti bagaimana melihat trend pada multiple time frame, Anda dapat menggunakan bantuan MA ini.

EMA dan SMA menunjukkan kestabilian harga (equilibrium) relative pada suatu periode. Kesalahan terbesar dalam strategy trading menggunakan SMA dan EMA adalah pemanfaatkan MA Crossover sebagai indikasi trading. Banyak trader yang mengclaim menggunakan EMA/SMA dengan parameter tertentu untuk menjadikan kapan melakukan trading mereka. Strategi ini masih bersifat 50/50. Dalam jangka panjang, Anda hanya membutuhkan keberntungan. Dengan kata lain, Anda sebenarnya berjudi di sini.

Manfaat MA terpenting adalah melihat formasi trend sesaat melawan trend global. Apabila trend local dan trend global sedang bergerak dengan arah yang sama, inilah saatnya untuk memasang transaksinya. Permasalahnya adalah pada harga berapa kita harus membuka transaksi kita dan berapa target yang ideal sebagai target kita (Target Profit / TP). Dapat terhitung pula berapa Stop Loss (SL) yang menjadi resiko pada posisi tersebut. Apabila SL lebih besar dari TP, kita dapat mengukur bahwa posisi trading kita tidak menguntungkan.

Dengan kemampuan mengukur SL dan TP, kita bisa menghitung resiko. Pada umumnya seorang trader yang mau mencapai probabilitas kemenangan tinggi, akan menghindar SL/TP yang tidak berimbang. Bahkan trader yang telah mapan, hanya mengambil signal trading dengan perbandingan TP:SL = 2:1 minimum. Signal seperti ini sangat jarang terjadi, namun signal seperti ini umumnya memiliki probabilias kemenangan yang jauh lebih besar. Apa bila diakumulasikan, keuntungan dari signal 2:1 dengan 1:1, memanfaatkan signal 2:1 akan jauh lebih menguntungkan dibandingkan mengambil semua signal yang ada, terlebih ketika Anda telah memiliki Money Management + statistik perdagangan yang mumpuni.

Namun demikian pemanfaatan MA tidak pernah sama pada setiap Time Frame dan Pair. Untuk itulah Anda harus mengetahui bagaimana mengatur MA Anda menyesuaikan kondisi pasar menurut masing masing Forex Pair. Sebagai contoh, untuk melakukan proyeksi Long Term MA pada GBP/USD 1 Hour Chart, Anda membutuhkan SMA(964) terbaik. Namun banyak trader ingin memiliki profit setiap hari, mencoba meningkatkan resiko mereka dengan menggunakan SMA (144) bahkan lebih kecil lagi. Tindakan ini tentu saja sangat beresiko.

Contoh strategy MA Crossover yang umum digunakan dipasar adalah: SMA(144) vs EMA (80) pada GBP/USD Hourly Chart. Meskipun dengan strategy ini Anda mungkin mendapatkan keuntungan, tetapi dalam jangka panjang Anda akan merugi. Namun strategi ini sangat lah menguntungkan pada bulan Maret 2013 – Agustus 2013 dan juga menguntungkan mendekati Oktober 2013 – Pertengahan December 2013. Selebihnya, Anda merugi. Perlu diketahui MA adalah Lagging Indicator, yang berarti, indikator ini cenderung telat memberitahukan para trader kondisi pasar yang sesungguhnya. Oleh sebab itu trading dengan menggunakan MA tidak akan memberikan keuntungan yang optimal.

Hal yang sama pada semua indicator hasil turunan dari MA ini, seperti Ichimoku Kinko Hyo (IKH).

Inilah alasannya mengapa pemakaian strategi seperti ini tidak tepat untuk trading. Anda membutuhkan kemampuan mengukur pola pergerakan harga saat itu.

 

Stochastic adalah alat terpenting bagi tehnikal trader untuk mempelajari fase perpindahan harga pasar. Bagi seorang pemula, mempelajari stochastic adalah yang paling penting, terlepas dari apakah stochastic mau dipergunakan dalam trading atau tidak.

Stochasting pada dasarnya terdiri dari 2 parameters. Berfungsi sebagai alat mengukur tekanan dan momentum pergerakan harga pasar. Permasalahannya adalah, kita harus mengetahui berapa lama rentang periodik pengukuran pada masing masing Forex Pair.

Untuk mengetahui parameter masing-masing pair, sekali lagi, Anda perlu mengerti panjang support & resistance dari instrument yang Anda perdagangkan. Mengetahui konsep ini, secara otomatis, Anda dapat memanfaatkan sifat Stochastic untuk menjadikannya sebagai signal trading. Namun, tentu saja signal yang diberikan harus mengikuti trend global dari instrument yang diperdagangkan.

Stochastic umumnya memperlihatkan 8 fase pergerakan harga. Namun hanya fase 1, 3 dan 5 saja yang dapat menjadi signal trading terbaik . Inilah yang menjadikan banyak bermunculan teori gelombang harga (Wave Theory). Bagi Anda yang mempelajari statistik, ilmu Anda akan sangat bermanfaat di sini. Karena kemampuan statistik Anda, akan sangat membantu menemukan semua rahasia pergerakan harga. Memprediksinya hingga mendekati akurasi tinggi (Tidak 100%, tetapi sangat tinggi). Di sinilah alasan mengapa hanya sedikit orang yang berhasil dalam forex, karena sedikit yang menggunakan ilmu ini dalam trading.

Trading adalah pertarungan ahli matematika, bidang statistik pada khususnya. Oleh sebab itu, sangat disarankan bagi seorang trader forex yang mengandalkan Tehnikal Analisis untuk menguasai forex.

Kembali ke Stochastic. Stochastic mengukur power harga dalam sebuah range, dan memprediksi kapan sebuah trend akan dimulai dan berakhir. Oleh karena itu, stochastic sangat bermanfaat bagi permulaan mempelajari forex.

Salah satu strategy stochastic yang sangat banyak digunakan adalah Stochastic Convergen/Divergen. Namum perlu diperhatikan bahwa signal convergen dan divergen bisa muncul pada 8 fase stochastic. Namun hanya fase 1, 3 dan 5 yang memberikan jaminan rasio provit yang paling tinggi. Dengan memanfaatkan money management, Anda bisa mengoptimasikan profit Anda dalam 3 fase ini.

 

Bagi Anda yang menggunakan breakout strategy, RSI bisa menjadi radar bagi trading Anda.

RSI adalah indikator yang memberikan informasi tingkat kejenuhan kenaikan harga pasar. Sangat informatif pada harga yang bergerak sideways. Sideways artinya bergerak datar kesamping.

Kesalahan umum pemakaian RSI adalah mengambil posisi ketika RSI menunjukkan posisi Oversold dan Overbought. Meskipun dapat digunakan secara demikian, RSI tidak dirancang untuk trading. RSI adalah Radar pergerakan harga.

RSI memiliki persamaan dengan William %R. Namun formula kedua oscilator ini sedikit berbeda, namun karakteristiknya hampir sama. Oleh karena itu pemakaian RSI dan William %R secara bersamaan tidak lah menguntungkan. Ada trader yang menggunakan kedua oscilator ini untuk bertransaksi, dengan asumsi, bila kedua oscilator ini menunjukkan signal yang sama, maka mereka mulai membuka transaksi mereka. Sekali lagi ini adalah metoda yang salah.

Perlu dipahami RSI mengacu pada percepatan pergerakan harga, baik naik mau pun turun, sementara William %R, mengacu pada rentang harga pada kurum periode tertentu.

Pilihan pemakaian RSI dan/atau William %R, sangat tergantung pada sifat pergerakan harga di pasar. Untuk itulah perlu melakukan analisa pasar mengenai pemilihan oscilator beserta parameter yang sesuai dengan kondisi saat itu.

 

Bollinger Band adalah sebuah trend analyzer. Selain untum memonitor fase dalam sebuah trend, Bollinger Band juga menceritakan bagaimana karakteristik pergerakan harga saat ini.

Bollingger Band adalah pengganti indikator sistem Pivot secara dinamik pada suatu waktu tertentu. Oleh sebab itu bollinger band bisa digunakan untuk mengetahui kapan kita harus menutup transaksi kita, untung atau pun rugi.

Sama seperti indikator yang lain, untuk mendapatkan Bollinger Band yang benar, Anda harus menghitung rentang optimal dari pergerakan harga saat ini. Kelemahan bollinger band adalah, untuk terus menerus bisa memanfaatkannya, Anda harus menghitung rata rata rentang optimal dari sebuah instrument forex. Umumnya rentang optimal ini akan terus berubah, terlebih ketika banyak berita finansial yang diumumkan. Oleh karena itu, Anda harus mengadjust parameternya, atau hanya duduk menunggu hingga bolingger band Anda kembali bergerak “normal”. Alasannya sangat sederhana, Bollinger Band adalah turunan dari SMA, dan SMA adalah lagging indikator (Indikator yang telat).

Jadi Bollinger Band adalah perpanjangan dari SMA, yang membantu Anda untuk melihat trend + kondisi seputar trend yang Anda. Bollinger Band bukan indikator membuka dan menutup posisi trading yang baik.

 

Mungkin ini adalah salah satu Trend Indicator yang paling mutakhir dalam Tehnical Analysis. Selain Ichimoku, Parabolic SAR merupakan indicator yang dapat menunjukkan banyak informasi di dalamnya.

Parabolic SAR adalah pembaharuan dari RSI plus dapat menunjukkan kondisi MA pada saat yang sama. Penggunaan Parabolic SAR adalah pada awal perubahan status trend dari Bull ke Bear atau sebaliknya. Parabolic SAR andalah penanda Entry Point Yang effektif, namun harus tetap disaringkan dengan oscilator yang lain agar dapat mengeleminasikan signal – signal yang merugikan. Parabolic SAR efektif dipergunakan pada trend pada fase 1 dan 3. Karena kelemahan Parabolic SAR sebagai lagging indicator, sangat sulit memanfaatkan signal Parabolic SAR untuk transaksi yang bergerak cepat. Untuk itulah Parabolic SAR tidak disarankan untuk penggunaan pada time frame chart yang rendah. Ini juga menjadi indikasi bahwa Parabolic SAR tidak dipergunakan ketika market sedang bergerak cepat.

Untungnya Parabolic SAR tidak membutuhkan penyesuaian parameter setiap saat. Oleh karena itu, Parabolic SAR menjadi favorit bagi trader yang menggunakan Robot/Software (Bot Trader). Namun tentu saja Bot Trader tidak dapat diandalkan selalu, ketika terjadi pergerakan yang tidak umum/anomali pasar, otomatis bertransaksi dengan BOT sangat berbahaya.

 

Mengenal Trend dan kondisi pasar yang baik, memungkinkan kita membuka transaksi dengan resiko yang sangat minim. Tidak hanya dengan risk SL:TP = 1:1, kita bahkan bisa membuka transaksi SL:TP = 1: 10.

Berikut ini contoh SL : TP = 1 : 10.



Ini adalah indikator terakhir yang akan saya bahas. MACD adalah turunan dari EMA (Exponensial MA). Tujuannya adalah menunjukkan entry dan exit signal.

Tidak dapat dipungkiri MACD unggul dalam hal ini. Terutama digunakan searah dengan trend pasar.

MACD bertujuan untuk memperlihatkan perubahan momentum pasar. MACD adalah radar bagi kemungkinan terjadinya reversal dalam perubahan harga. Dikarenakan reversal yang terjadi searah trend lebih kuat daripada yang berlawanan dengan trend, sangat baik bila digunakan searah dengan trend.

MACD mampu mendeteksi signal ke 3 dan 5 dari fase stochastic. Oleh karena itu apa bila dikombinasikan dengan stochastic, Anda dapat melakukan trading dengan efektif bila Anda mengincar signal 3 dan 5 dari stochastics.
Berikut ini langkah langkah yang harus dijalankan bagi seorang Tehnikal Trader:

  1. Saring Forex Pair / Instrumen Finansial yang akan ditransaksikan. Pilihlah instrumen yang pergerakannya paling bisa diprediksi. Diprediksi dalam arti, pergerakannya paling teratur. Ini dapat diatur dengan melihat pola pergerakannya melalui masing-masing time frame. Anda boleh menggunakan bantuan semua Trend Indicator yang Anda kuasai di sini.
  2. Setelah mendapatkan instrumen yang akan ditransaksikan, pisahkan Time Frame Anda untuk menganalisa Trend dan Time Frame untuk menjadikan signal transaksi Anda. Adalah keharusan bagi Anda untuk menganalisa lebih dari satu Time Frame, kecuali Anda mahir dengan penggunakan Indicator dan Oscilator. Namun demikian, tidak ada Indicator dan Oscilator yang bisa menjamin Trend Absolute.
  3. Periksa Trend pada Time Frame yang telah Anda tentukan. Pastikan pola pikir Anda disiplin untuk mengikuti trend yang Anda. Untuk itu, jangan pernah terpengaruh dengan perkataan atau informasi lain yang menentang strategy yang Anda miliki.
  4. Setelah mengetahui Trend Anda, carilah Entry Point (EP) pada Time Frame Signal Anda. Perhatikan semua EP yang dapat Anda temukan, PERHATIKAN Rasio BERHASIL/GAGAL. Bandingkan letak berhasil dan gagal dengan Trend Time Frame Anda. Bila Anda tidak bisa mempelajari system proyeksi, Anda bisa menggunakan hukum peluang. Pada system peluang, Anda hitung kemenangan dan kekalahan. Seperti contohnya, peluang Angka Dadu adalah 1 untuk muncul adalah 1/6. Sementara munculnya Angka Genap adalah 1/2. Gunakan system ini untuk mengoptimalkan strategi Anda. Tahap ini Anda mencari Rasio Strategy Anda.
  5. Setelah Anda mendapatkan Rasio Strategy Anda, gunakan Money Management untuk mengadopsikan strategy Anda. Temukan rasio probabilitas transaksi yang memiliki kemungkinan besar untuk mendapat keuntungan. Pada saat ini, Anda bertransaksi dengan porsi yang lebih besar. Sementara itu untuk transaksi yang tidak menguntungkan, Anda boleh mencobanya dengan volume yang kecil. Tehnik ini ampuh untuk mencegah keuntungan Anda tergerus oleh kelemahan strategy Anda.

Langkah di Atas adalah kedisiplinan yang diperlukan seorang Technical Analysis. Namun tidak menutup kemungkinan Anda juga berhasil dengan cara lain. Namun bagi Anda yang menginginkan menjadi forex trader tanpa lagi memiliki kebingungn dengan pertanyaan “kenapa market menjadi begini?” dan “apakah strategy saya sudah tidak berlaku lagi?”, mengetahui cara menganalisa yang tepat akan membawa Anda menjadi trader yang percaya diri terhadap apa pun yang terjadi di pasar. Dasar yang sama ini dapat Anda terapkan pada semua hal untuk berspekulasi. Bahkan pada bisnis Anda sendiri.

Tahap terakhir dari seorang Technical Analysis adalah kemampuan untuk melakukan proyeksi. Untuk memahami Proyeksi, Anda harus melihat minimal satu perputaran penuh siklus instrumen finansial. Saat ini, putaran siklus finansial di dunia ini adalah 8 – 10 tahun. Bagi Anda yang bermain saham, pasti pernah bertanya, mengapa ada charting software yang meminta bayaran untuk historical data 10 tahun? Inilah jawabannya, karena dengan melihat data 10 tahun, kita bisa menganalisa siklus finansial, mempelajari proyeksi harga ke depan.

Melihat historical data, tidak berarti kita menebak pergerakan harga berikutnya berdasarkan harga masa lalu, tetapi kita mengetahui bagaimana dan seberapa besar pengaruh yang terjadi pada suatu instrumen finansial. Anda mendapatkan komponen percepatan pergerakan, kekuatan dalam memecahkan trend dan yang terpenting adalah sifat dari pelaku pasaranya dan bagaimana tahapan perubahan mereka dari tahun ke tahun. Karena instrument Forex sangatlah besar, tidak ada pelaku pasar yang super dominan, inilah yang memberikan keuntungan bagi trader forex untuk melakukan proyeksi.
Untuk fundamental analisis, bro tetap harus lihat pergerakan harga ya. Pembacaan berita forexfactory yang benar adalah dengan melakukan perbandingan kondisi saat ini dengan berita terdahulunya. Anda harus membuat pemetaan korelasi / hubungan antar berita yang ada untuk mendapatkan informasi tentang pergerakan yang akan terjadi.

Jadi bukan dengan melihat berita, bahwa terjadi penguatan artinya naik atau turun. Tehnik fundamental dilakukan dengan membandingkan berita-berita tertentu dalam analisa Anda. Untuk tehnik fundmental, EUR/USD adalah yang paling rumit. Ini dikarenakan EUR didukung oleh lebih dari satu negara. Sehingga berita terkaitan negara EUR akan membuat pergerakan pada pasangan mata uang ini. Perlu Anda ingat, bahwa negara EUR ini lebih dari satu

Namun untuk menghilangkan kerumitan dari fundamental EUR/USD, Anda dapat memilih berita yang paling mudah dianalisa untuk trading Anda. Karena pasangan forex Anda adalah EUR/USD, Anda harus memilh berita yang berhubungan dengan 2 negara ini.

Folder merah dalam forex factory tidaklah selalu mengindikasikan berita tersebut berpengaruh besar pada pergerakan harga. Namun Anda tetap dapat menggunakannya sebagai target transaksi dengan menentukan faktor faktor yang berhubungan dengan folder merah tersebut. Dengan demikian, Anda bisa memasang posisi Anda 1-2 minggu sebelumnya.

Sebagai contoh, minggu ini terdapat satu event/Pengumuman dari FOMC, Kamis 02:00 WIB Dini hari. Berita ini diumumkan mempengaruhi pergerakan USD. Anda harus mengukur kekuatan berita EUR mulai saat ini. Carilah momentum pelemahan atau penguatan yang dapat terjadi terhadap EUR saat ini berdasarkan berita dan statistik terhadap negara pendukung EUR dan USD. Forex factory telah memberikan ringkasan berita pada Anda. Bila Anda telah terbiasa dengan ringkasan yang diberikan ForexFactory, sudah tentu beban analisa Anda akan berkurang banyak. Namun apa bila Anda masih seorang pemula, saya sarankan Anda mencari dan mencoba mengerti dahulu maksud dari berita tersebut.

Singkat kata, Apa bila terjadi situasi:

  1. EUR menguat dan USD melemah, maka harga EUR/USD akan cenderung naik.
  2. EUR melemah dan USD menguat, maka harga EUR/USD akan cenderung menurun.
  3. Namum apabila EUR dan USD sama – sama menguat atau melemah, maka pergerakan EUR/USD cenderung tidak menentu.

Hanya pilihan 1 dan 2 dari tehnik ini mudah untuk Anda mainkan, pada posisi ke 3, Anda harus bermain pada signal Micro. Permainan signal micro sangatlah membutuhkan pengalaman dan kesensitifan Anda dalam memilah berita dengan benar.

Sebagai perbandingan kembali FOMC pada bulan kemarin, pada tanggal 18 Desember 2013, mengumumkan penguatan USD. Sementara EUR saat itu telah kehilangan momentum atas berita baik sebelumnya, sehingga ketika FOMC memberikan berita bullish, yaitu kemampuan pemerintah memberikan jaminan terhadap kekuatan moneter mereka, akibat dari membaiknya tingkat tenaga kerja (Employment’s Rate) dalam arti terkontrolnya angka pengangguran, dan juga perbaikan yang penting atas peningkatan CPI (Consumer Price Index), menjadikan EUR/USD mengalami koreksi terhadap trend sebelumnya.

Bagaimana dengan kondisi pergerakan terhadap FOMC hari kamis tanggal 30 ke depan? Untuk mengetahui arah pergerakannya, Anda harus melihat terlebih dahulu bagaimana berita terkait FOMC sebelumnya pada EUR/USD. Analisa dan lakukan pengukuran atas indikator berita pendukung FOMC ini, Analisa setiap faktor pendukung elemen pendukung FOMC, seperti employment rate, consumer price index, Trade Balance dan berita lain yang terkait.

Apabila Anda dapat melihat perbedaan momentum yang jelas antara berita terkait EUR dan USD, bukannya saling meniadakan, Anda dapat memulai membuka posisi Anda berdasarkan harga ideal market.

Inilah kualitas yang harus Anda miliki untuk bermain secara fundamental. Apa bila Anda hanya memasukkan posisi tanpa sebuah Analisa, Anda sedang berjudi di sini, Anda melakukan tindakan yang sangat beresiko dan meskipun Anda memperoleh kemenangan dalam posisi Anda, hal ini adalah sebuah keberuntungan. Keberuntungan ini akan berakhir suatu saat nanti, dan metoda ini tidak dapat memberikan keuntungan bagi Anda pada jangka panjang. 
Ranging StrategySambil menunggu posisi tertutup, saya akan membahas Ranging Strategy. 
Pengguna strategy ini disebut Range Trader. Strategi ini paling banyak digunakan oleh trader, karena merupakan strategy yang paling aman. Sementara itu, umumnya Ranging Strategy menawarkan risk rasio yang lebih rendah hingga 1 : 1. 
Untuk dapat memanfaatkan strategi ini, kita terlebih dahulu harus bisa mendefinisikan Trend yang sedang terjadi. Setelah mengetahui trend yang terjadi, seorang trader harus menunggu hingga harga bergerak pada rentang harga tertentu yang telah dapat diprediksi. Inilah kelemahan dari strategi ini. Trader yang bersangkutan harus menunggu, oleh karena itu, bila sang trader tidak dapat mengatur kesabarannya, sangat mudah terjadi, sang trader akan mencoba membuka posisi yang sesungguhnya tidak strategis. 
Sangat sering terjadi, seorang trader harus menunggu berjam-jam, hingga akhirnya signal yang ditunggu ternyata rusak oleh sebuah kejadian pasar. Namun mempelajari Ranging Strategy sesungguhnya sangat bermanfaat, yaitu melatih kesabaran. Modal utama inilah yang harus dimiliki oleh seorang trader. 
Pada umumnya dalam 1 minggu, terbentuk rata-rata 1 hingga 3 buah range. Bagi kita yang yang misalnya bertransaksi dengan 2 currency pairs, kita akan memiliki kesempatan bertransaksi 2 hingga 6 kali dalam 1 minggu. Dengan kemampuan terkecil dari sebuah range memberikan kita 25 pips, maka dalam 1 minggu terdapat potensi 50 – 150 pips. Ini tidak berarti, kita harus mendapatkan seluruhnya. Harus dimengerti bahwa, kita hanya perlu melakukan analisa dengan bijaksana, dan hanya memilih formasi yang paling aman, agar kita tidak jatuh pada transaksi yang merugikan kita.
Para trader pemula umumnya sering mengalami kerugian dalam menggunakan strategi ini. Alasan utamanya adalah, mereka menggunakannya strategi ini tanpa melihat trend yang sedang berlaku. Sehingga, strategy yang mereka pergunakan bercampur antara Ranging Strategy dan Reversal Strategy. Kedua strategy ini memiliki sifat yang sama. Hanya saja Reversal Strategy dipergunakan untuk melakukan scalping. Oleh sebab itu, rasio dari Reversal Strategy tidaklah 1 : 1, melainkan jauh lebih besar dari itu.
Untuk para pemula, disarankan untuk tidak menggunakan Ranging Strategy ini ketika sedang terjadi pergerakan besar. Alasannya, ketika sebuah berita kritis sedang diumumkan, Range yang terbentuk umumnya melebar secara dinamis. Oleh sebab itu, ketika kita sedang bertransaksi dalam sebuah range yang kita lihat, tanpa menyadari adanya berita kritis yang sedang diumumkan, tanpa persiapan yang matang, biasanya transaksi kita akan berakhir pada kekalahan. Tidak menutup kemungkinan, terjadi Margin Call apa bila Range terbentang lebar. Ini pernah saya alami 2 kali pada pertengahan tahun 2008 dan 2009. Saat itu saya hampir terbentur Margin Call untuk posisi EURUSD yang tiba-tiba bergerak 250 pips turun dan kemudian naik kembali. Saya sempat melihat transaksi saya minus 250 pips, untuk posisi range semula yang hanya berasio W:L = 45 : 45. Untunglah saya masih sempat mengubah rasio rangenya menjadi 350 : 350 dan menutup beberapa posisi yang sedang terbuka, untuk menambah margin yang ada. Meskipun saya berhasil meraup lebih dari 120 pips, namun Ranging Strategy menjadi tidak bermanfaat, terlebih ketika berita sedang terjadi, spread EURUSD turut melebar, dari 2 pips menjadi 100 pips lebih. 
Quote:Original Posted By¬†Juru.Tulis¬†‚Ėļ
Gan, mau nanya nih. Apakah forecast di news itu penting setelah nilai actual keluar?
Karena dari yang ane baca di kalender FF, kenapa tertulis ‘Actual > Forecast = Good for currency’. Kalo actual sudah keluar dan bisa langsung dibandingkan dengan previous, apa urusannya forecast? Bukannya yang ditunggu2 orang adalah actual supaya bisa dibandingkan dengan previous?

Contohnya gini, seperti malam ini di news USD
Factory orders m/m Actual -1,5%, forecast -1,9%, previous 1.5%.
Di situ nilai actual lebih rendah daripada previous, tapi warnanya ijo. Dia warna ijo karena forecast memprediksi lebih rendah. Warna ijo juga ‘sinyal’ bahwa bagus untuk currency. Kok bisa bagus untuk currency? Jelas2 actualnya lebih rendah daripada previous.

Mohon petunjuk gan.

Halo Juru.Tulis.

Kita tahu bahwa forcast adalah perkiraan. Fungsi dari forecast pada ForexFactory adalah memberikan rangkuman terhadap kemungkinan atas sebuah nilai berita.

Permasalahannya, bila kita tidak terbiasa dengan berita ekonomi, kita tidak bisa menterjemahkan efek yang terjadi pada suatu currency. Saya persempit penjelasan saya dengan asumsi Anda mencoba bertransaksi USDJPY.

Maka yang perlu Anda pertimbangkan adalah berita politik dan ekonomi yang berhubungan USD dan JPY. Bersyukurlah JPY pada saat ini cukup flat, dalam arti tidak memiliki issue yang berarti, oleh sebab itu USD menjadi lebih dominan terhadap pergerakan pada USDJPY. Ini berarti apabila terdapat stimulus positif USDJPY akan cenderung naik, sementara itu, bila kondisi USD kurang baik, USDJPY akan turun.

Anda bisa melihat pergerakan chart USDJPY saat ini. Terjadi koreksi terhadap nilai USDJPY, setelah terjadi penurunan tajam kemarin. Bila Anda perhatikan, hal ini terjadi sebelum sebuah berita diumumkan. Pertanyaannya, bagaimana menghubungankannya dengan sebuah berita, terlebih indikator dari Forex Factory?

Bagi Anda yang ingin mempelajari Fundamental Analysis, Anda harus memahami bahwa sebelum suatu berita dikeluarkan, pada umumnya pelaku pasar telah mampu memprediksikannya. Hal ini terjadi karena berita-berita tersebut sesungguhnya berhubungan satu dengan lain. Sebagai contoh, Factory Order m/m berhubungan dengan ISM Manufacturing Price, CB Consumer Confidence dan beberapa indicator lainnya.

Berdasarkan indicator tersebutlah, para ahli ekonomi mencoba memprediksi nilai Factory Order m/m sebesar -1.9%. Namun, ternyata prediksi yang dilakukan pelaku pasar sedikit terlalu buruk. Keadaan Factory Order tidak seburuk itu, hanya terjadi penurunan factory order hanya sebesar -1.5%. Inilah yang menjadikan pengumuman Factory Order m/m membawa signal positif.

Perlu diingat, pasar tidak mempedulikan besaran angka, karena pasar selalu mengantisipasi kondisi ekonomi lebih cepat dari kenyataan yang ada. Namun pasar hanya bereaksi pada tingkat perubahan yang telah terjadi. Apabila tingkat perubahannya dapat diterima (baik atau buruk), maka akan membawa hawa positif bagi pasar.

Sekali lagi: Factory Order m/m -1.5% terlihat buruk. Informasi tersebut dapat diartikan sebagai terjadinya penurunan produksi sebesar 1.5%. Namun pasar menganggap ini adalah berita bagus, karena pelaku pasar telah memberikan prediksi berdasarkan indikator ekonomi terkait dengan Factory Order (yang telah diumumkan 1 minggu sebelumnya), yang menyebutkan bahwa Factory Order m/m bisa turun menjadi -1.9%. 

Memang tidak mudah mempelajari Fundamental Analysis, untuk mempelajarinya, Anda perlu mencatat setiap event yang ada. Kemudian catatlah pula, hubungan sebuah event terhadap event yang lain. Gunakan catatan tersebut sebagai kamus bagi Anda untuk memprediksi event yang akan diumumkan dimasa mendatang. Analisa bagaimana pelaku pasar bereaksi terhadap berita tersebut. 
Trending StrategyAkhirnya kita membicarakan Trending Strategy. Inilah strategy yang paling mumpuni bagi trader yang hanya ingin mendapatkan hasil cepat, sekali kita membuka transaksi. Namun demikian Trending Strategy memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan Ranging Strategy. Alasannya, bermain dalam sebuah Range, berarti kita bertransaksi pada zona pergerakan yang telah pasti. Sebaliknya, Trending, kita bertransaksi pada zona yang masih dipenuhi dengan spekulasi pelaku pasar yang tidak menentu.
Dari definisi tersebut, kita jelas bahwa strategy ini berhubungan dengan berita-berita fundamental. Seorang trader yang memanfaatkan strategy ini banyak tertolong dengan kemampuan membaca dan menganalisa berita. Namun, tidak berarti tanpa kemampuan analisa fundamental, kita tidak bisa menggunakan strategy ini. Sesungguhnya dengan melihat pergerakan harga, kita bisa menebak apa yang sedang terjadi di pasar.
Trend umumnya terjadi setiap saat. Namun yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar kekuatan yang menopang trend yang sedang terjadi. Semakin tinggi trend yang kita analisa, semakin kuat dan mudah kita mengambil keuntungan di dalamnya. Analisa Trend harus dilakukan pada beberapa Time Frame. Inilah yang dilakukan oleh para fund manager dalam mengambil keputusan mereka. Logikanya sama dengan peselancar air, mereka menunggu ombak besar, dan menaikinya. 
Strategi ini tidak cocok bagi seorang pemula, karena strategy ini menuntut kemampuan seseorang untuk menganalisa beberapa timeframe sebelum akhirnya menentukan timeframe dasar untuk membuka transaksi mereka. 
Berbeda dengan Ranging Strategy, Trending Strategy membutuhkan kemampuan analisa multiple Time Frame. Bagi seorang pemula, menganalisa multiple Time Frame ini, umumnya sering menjadikan mereka bingung atau terkorupsi pikirannya untuk mengiyakan keinginan mereka dalam membuka posisi transaksi. Inilah yang menyebabkan mereka untung cepat, dan pada akhirnya mereka pun merugi dengan cepat.
Demikiannya strategy yang ada dalam forex. Strategy lain dalam bermain forex, apa pun namanya, adalah turunan dari dua strategy di atas. 

Mekanisme TradingBerikutnya kita akan membicarakan tentang mekanisme trading. Seperti yang telah disebut sebelumnya terdapat 3 mekanisme dasar:
ScalpingAdaptiveFixed Point.

Pada umumnya mekanisme trading hanya ada tiga kelompok ini. Namun, banyak pihak menyebutkan berbagai mekanisme lain, yang apabila diteliti lebih lanjut, sangat diragukan artinya. Seperti mekanisme Arbitrary, Hedging dan lain sebagainya. 
Pada umumnya, mereka sedang mempromosikan sesuatu sebagai produk mereka. Seperti contohnya, kita membeli mobil, kemudian ditanya mesinnya adalah VTEC dan VVT-i … Meskipun dapat diakui, kedua teknologi tersebut berbeda, namun fungsi utamanya adalah injeksi bahan bakar elektronik. Mekanismenya seperti apa, tidak peduli. Namun intinya adalah bagaimana terdapat mekanisme mengatur hematnya injeksi bahan bakar dalam tangki pembakaran (Combustion Chamber).¬†
Hal ini identik pada mekanisme trading. Saya hanya ingin memberikan masukan terhadap mekanisme Arbitrary dan Hedging. Arbitrary pada dasarnya merupakan trading berdasarkan perasaan. Banyak trader yang mengungkapkan mereka memiliki perasaan bahwa harga akan naik atau turun. Inilah konsep dari mekanisme Arbitrary. Terlepas dari benar atau tidak, tidak kita bahas di sini. Saya hanya percaya bahwa keberhasilan mekanisme trading sangatlah statistik. 
Mekanisme Hedging dilain pihak adalah proses transaksi dengan memasang posisi Buy/Long dan Sell/Short secara bersamaan. Baik bersamaan atau hanya antisipasi, mekanisme ini sangatlah berbahaya. Saya pernah mencoba strategy ini (Strategy yang katanya mumpuni dikalangan perbankan). Pada akhirnya ketika terjadi riak pergerakan, saya mengalami kekalahan ganda. Alasannya sangat jelas, kita harus trading mengikuti Trend. Memasang posisi ganda yang saling bertentangan, menjadikan kita memasang posisi yang melawan trend pada salah satu posisi kita.
Berikutnya akan membicarakan scalping. 
Mekanisme ScalpingScalping adalah mekanisme trading yang sangat melelahkan. Namun mekanisme ini paling banyak dipergunakan, karena performanya yang paling baik. Baik dalam arti, cepat memperlihatkan hasil. Namun yang perlu diingat adalah, hasil di sini tidak selalu berarti positif. Hasil dapat berarti kerugian hingga Margin Call.
Hingga saat ini belum ditemukan metoda scalping yang benar benar aman. Dari hasil analisa semua robot trading dan beberapa kursus forex yang pernah dicoba, metoda scalping cenderung memberikan rasio Win dan Loss yang tidak berimbang. Berdasarkan pengalaman, mekanisme scalping yang terbaik memberikan rasio win : loss optimal pada rentang 10 : 100 Р250. Namun besaran kerugian tergantung dari Forex Pair yang kita pergunakan. 
Bagi kita yang tertarik akan mekanisme scalping, sangat disarankan untuk menggunakan rekening yang berlatar belakan ECN atau STP. Kendala utama dalam melakukan scalping adalah besaran Spread yang berlaku pada Forex Pair yang diperdagangkan. 

 
Mekanisme Adaptif
Singkat kata, mekanisme adaptif adalah trading dengan menggunakan Trailing Stop. Definisi ini sekaligus memberikan kesimpulan, mekanisme ini hanya cocok untuk Trending Strategy. Namun demikian, ketika kita sedang menggunakan Ranging Strategy, dan terjadi perubahan trend, bisa saja kita mencoba menggunakan mekanisme adaptif. Namun kebiasaan mengubah mekanisme trading kita saat kita sedang melakukan trading, sangat tidak disarankan. Ini dapat merusak kedisiplinan kita dalam trading. 
 
Mekanisme ini paling baik dilakukan ketika kita dapat mengamati permulaan dari sebuah trend. Hal ini sangat mudah dicermati dari Daily Chart. Jangan menggunakan mekanisme trading ini dipertengahan trend, karena kurangnya daya dorong harga ke arah yang kita kehendaki, cenderung membuat trailing stop menghentikan transaksi pada area negatif, atau menghilangkan keuntungan yang seharusnya telah Anda dapati.
 
Mekanisme Fixed Point
Mekanisme trading inilah yang paling banyak dipergunakan oleh trader. Mekanisme ini kita lakukan apa bila kita telah memilki statistik atas strategy kita. Setiap posisi yang kita buka, kita harus meletakkan Stop Loss dan Target Profit, SL dan TP. 
 
Menggunakan strategy ini harus memiliki pengetahuan yang baik akan tehnical analisis. Karena pada dasarnya kita akan meninggalkan posisi kita tanpa pengamatan, bergantung pada 2 titik, SL dan TP. Tentu saja kita berharap bahwa kita akan selalu melihat TP kita tercapai, namun untuk memasuki posisi ini, kita perlu analisa yang baik atas pergerakan yang terjadi. 
 
Tantangan pada posisi ini adalah bagaimana mencari strategy yang dapat memberikan rasio kemenangan W:L = 1:1. Atau bahkan Rasio untuk Win lebih besar dari Loss. Hal ini tidaklah mudah. Umumnya rasio yang baik tersebut, 1:1, ditemukan pada saat market bergerak secara dalam sebuah range. Untuk menemukan rasio Win > dari Loss, hanya dapat ditemukan pada saat terjadi Breakout Trend pertama kali. Bagi Anda yang telah mendalami stochastic, Breakout Trend pertama kali dapat ditandai pada fase 3. Kondisi ini sangat jarang terjadi dan kita perlu kesabaran untuk menantikannya.
 
Money Management for Mechanical Trading
06-02-2014 10:02
Banyak yang menyebutkan pentingnya money management. Namun minim yang mejelaskan bagaimana pemanfaatannya. Oleh sebab itu kita coba membahas secara mendetail mengenai apa itu Money Management. Kita singkat Money Management dengan MM.
 
Komponen dari MM adalah total uang dalam account trading Anda, Account Leverage, Forex Pair, Batas Margin Call dan Statistik Strategy Anda. Lakukan kalkulasi secara tepat, sehingga ketika kita sedang membuka posisi kita, kita dapat mengetahui berapa besar resiko trading kita. Jadi perlu diingat, Resiko didapatkan setelah kita menggabungkan MM dengan Strategy Trading Kita.
 
Sebagai contoh:
 
Anda membuka Forex Account sebesar 100 USD. Trading Volume adalah Micro Lot. Leverage Anda adalah 1:100. Anda menetapkan Margin Call adalah 50%.
 
Dari informasi di atas, kita memiliki uang 10.000 USD, (Didapatkan dari Modal x Leverage = 100 x (1:100) = 10 000).
1 Micro Lot = 1000 USD. Jadi Anda hanya bisa bertransaksi 10 Micro lot. 
Pelajari Forex Pair Anda, berapa nilai uang yang direpresentasikan oleh 1 pips. Definisi Pips, Anda bisa mencari sendiri. Sebagai contohnya:
 
USD/JPY 1 Pips = 0.01 = 0.09 USD
EUR/USD 1 Pips = 0.0001 = 0.1 USD
GBP/USD 1 Pips = 0.0001 = 0.1 USD
 
 
Untuk mempermudah penjelasan, biasanya kita asumsikan 1 Pips untuk microlot = 0.1 USD. 
 
Apa bila, kita menetapkan margin call kita 50%, maka Anda membutuhkan minus 50 USD untuk membentuk MC. Jadi 50 usd dibagi 0.1 USD (Nilai 1 Pips dari Micro Lot) = 500 Pips. 
 
Setelah kita mengatahui kekuatan margin call kita, 500 pips, kita lihat pada strategy kita. Apa bila Anda membuka posisi dengan 1 Micro Lot, Anda akan memiliki daya tahan sebesar 500 pips. Sebaliknya bila Anda gandakan menjadi 2 Micro Lot, Anda hanya bertahan pada 250 pips. Kondisi ini selalu berubah, mengikuti kekalahan dan kemenangan Anda. Sebagai contoh, ketika Anda mendapat uang 10 USD, MC Anda menjadi 255. 
 
Selanjutnya Anda harus menghitung besaran Win:Loss dari strategy Anda. 
Apa bila Anda tidak memasangkan SL, berarti Risk Anda adalah besar MC Anda. Sebagai contoh: Anda memiliki strategy trading untuk mendapatkan 50 pips untuk satu posisi, maka Win:Loss Anda adalah 50:250. Bila Anda ingin membataskan kekalahan Anda, kurang dari 250 pips, Anda tinggal meletakkan SL lebih rendah dari MC Anda. 
 
Sampai di sini, kita memiliki 2 pilihan, yaitu: trading secara mekanikal (Mechanical Trading) dan trading secara strategik (Strategical Trading).
 
Untuk Mechanical Trading, kita melihat rasio keberhasilan signal trading kita. Sebagai contoh: asumsikan kita memiliki sebuah strategy trading, sebutlah Moving Averages Crossover pada EURUSD 1 Hour Chart. Apabila kita konsisten trading setiap signal yang muncul, asumsikan kita menggunakan Win:Loss = 10:10, kita mendapatkan statistik keberhasilan: 
 
Code:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2  
 
W W L W L W L L W L L L W W L W W L W W W L
 
 
Saya harap tidak ada yang bingung dengan statistik di atas. Saya jelaskan sebagai berikut: Angka di atas, menunjukkan urutan signal. W dan L adalah hasil dari signal tersebut, apabila W=Win dan L=Loss.
 
Pada signal 1 dan 2, kita mendapatkan Win Trade(TP Hit). Sementara signal 3, kita mendapatkan Loss Trade (SL Hit). Selanjutnya kita mencari statistik loss terbesar yang dapat kita miliki. Pada data di atas, kita memiliki 3 Loss secara berurutan. Oleh sebab itu, pastikan 3 Loss ini, tidak akan membatas ruang MC kita, bahkan memberikan peluang pada signal berikutnya untuk menarik keuntungan yang lebih besar.
 
Dari contoh statistik di atas, kita dapat ketahui bahwa peluang Win Trade muncul setelah sebuah Loss Trade dihasilkan cukup besar. Oleh sebab itu, setelah terjadi 1 Signal Loss, adalah kesempatan Anda untuk memulai Trading Anda. 
 
Setelah itu Anda harus memetakan probabilitas trading Anda. Dalam contoh di atas, Loss Trade terbesar adalah 3. Jadi Anda bisa membagi Margin Call Anda menjadi 4. Ini dimaksudkan sebagai antisipasi terjadinya 3 SL, dan Anda bisa tetap bertahan. Kemudian Anda hitung, Probabilitas sebuah TP tersentuh, berdasarkan statistik Anda.
 
Berikut hasil analisa data di atas:
 
W W W
W W
Untuk 2 kondisi ini tidak kita pedulikan
 
L W HIGH PROBABILITY
L L W
L L L W Resiko Tertinggi
 
Untuk 3 kondisi di atas ini, harus kita cermati. Kita memiliki catatan munculnya probabilitas L L L W. Untuk itu kita harus membagi MC kita untuk 4 kali posisi ini. Dengan MC 250 USD, artinya 1 Posisi adalah 250/4. 62.5 USD. Berarti, Anda memiliki sekitar 62 pips untuk untuk SL. Dengan Strategy W:L = 10:10, Anda bisa melakukan trade 6 micro lot MAXIMAL. 
 
Namun bila Anda ingin memiliki performa yang lebih baik, Anda dapat menggunakan theory Martingale. Teori ini beresiko tinggi, namun umun digunakan pada Robot Trading yang menganut konsep Mechanical. 
 
Dengan statistik di atas, dengan teory Martingale, setiap sebuah Win, Anda harus menurunkan volume trading Anda. Anda hanya melakukan trading maximal pada saat terjadi kekalahan terpanjang, yaitu L L L W. 
 
Strategynya seperti ini:
 
Untuk memulai sebuah strategy, Anda selalu menunggu munculnya sebuah Loss.
 
Untuk mengkompensasi 3 Loss, dimana 1 Loss mengorbankan 10 pips, maka Anda harus mendoblekan trade Anda pada posisi berikutnya. Analisa sebagai berikut:
 
Kondisi 1: korbankan 10 pips. .2 
Kondisi 2: korbankan 20 pips. .4
Kondisi 3: korbankan 30 pips. .8
Kondisi 4: korbankan 60 pips. 1.6
 
 
Dengan demikian dalam 1 siklus Anda membutuhkan total 120 pips. Dengan data account sebelumnya, memiliki buffer 250 pips, Anda maximum trading menggunakan 2 micro lot pada kondisi ke 4. Bagaimana distribusi trading? Berikut distribusi volume trading Anda:
 
Kondisi 1: Volume 0.2 Micro Lot.
Kondisi 2: Volume 0.4 Micro Lot.
Kondisi 3: Volume 0.8 Micro Lot.
Kondisi 4: Volume 1.6 Micro Lot.
 
 
Ketika Anda menghadapi sebuah kemenangan, Anda tetap bertransaksi dengan kondisi 1, volume Anda 0.2 Micro Lot. Namun ketika Anda Loss, Anda duplikasikan volume Anda 0.4 Micro Lot. Ketika Anda Loss kembali, Anda duplikasikan kembali menjadi 0.8 Lot. Dan apabila, kembali membentur SL, terakhir Anda masukkan 1.6 Micro Lot. 
 
Money management ini cukup beresiko, namun umumnya fully automatic robot trader, menggunakan mekanisme ini. Perlu diingat pula, menemukan strategy dengan rasio 1:1 sangatlah sulit. Namun inilah dasar-dasar pembuatan Robot Trading.
 
Berikutnya saya akan bahas money Management for Strategic Trading. Strategic trading adalah konsep trading yang paling baik. Namun membutuhkan metoda analisa yang benar dan teliti.
 
Sebagai catatan: Saya bukan penyelenggara Kursus Forex, Introducing Broker, White Label atau lain sebagainya. Saya hanyalah seorang trader.
 
izin nubie sedikit berbagi pengalaman sambil nunggu london buka , ane trading udah 2,5 tahunan, cerita2nya kurang lebih samalah ama yang disini, kesimpulan ane dari trading itu adalah:
1. Soal Risk Management, ini nih yang paling penting, hasil trading kan cuman ada 5 yaitu: untung besar, untung kecil, breakeven, rugi kecil atau rugi besar. Nah, dengan risk management yang bagus kemungkinan untuk rugi besar udah bisa dieliminasi, menyisakan peluang untuk untung besar, untung kecil, breakeven, rugi kecil saja
2. Soal system, nah ane habis waktu lumayan lama nyari2 system di internet, di semua forex forum ane terdaftar sebagai member biar bisa ngedonlodin indi2 dan system2 disana, chart ampe udah kayak lukisan abstrak, sampe akhirnya gw buang semua tuh indi, di chart gw menyisakan hanya volume, yang jelas2 udah bawaan mt4 
3. Soal emosi, percaya atau ga gw sering bikin acc gw sampe profit gede, dan acc2 tersebut habis hanya karena revenge trading, atau pada saat rugi gw coba balas dendam trading untuk balikin seluruh kerugiannya, yang hasilnya, yep, rugi lebih banyak lagi, jadi saat anda mulai emosi tutuplah laptop anda, trust me it’s better untuk balik lagi saat anda sudah tenang, market masih ada¬†
 
 
 
Halo Bro, saya mulai trading dengan uang nyata sekitar tahun 2000-an. Sebelumnya hanya demo, kebetulan juga tidak ada uang lebih. Awal trading pun dengan modal seadaanya. Untuk Forex, saya memulainya, sekitar tahun 2005 
 
Saya bisa membayangkan bagaimana trauma dan depresi yang Bro tuliskan. Masa-masa tersebut pun masih, terkadang saya alami. Keberhasilan Trading membutuhkan banyak pengorbanan. Oleh sebab itu, kita harus mampu menguasai emosi kita. dengan benar. Saya sempat mengalami depresi, akibat mencoba sebuah strategy yang mengalami kekalahan 20 kali berturut turut. Namun perlu diingat, karena kekalahan itulah, kita pelajari sesuatu yang baru. Memang dalam trading, idealnya kita mencari seorang mentor yang baik. Namun, mentor yang baik, sangatlah sulit dicari. Akibatnya, banyak kursus yang menawarkan pelajaran forex yang diklaim mumpuni. Demikian pula strategy yang ditawarkan di internet. Impian trading yang mudah dengan system yang hanya mengandalkan 1 TF dan proses eksekusi yang mudah. Tetapi, saya belum pernah menemukan strategy yang benar Рbenar jitu. Saya pun pernah membantu sebuah institusi untuk mengembangkan program trading. Dari sini saya mempelajari bagaimana kelemahan mekanisme dagang mereka, yang notabene beresiko tinggi. 
 
Setelah mengamati sekian lama, pada akhirnya saya dapat memahami bagaimana menbaca trend. Kunci keberhasilannya adalah bagaimana mengamati fase pergerakan harga. Tidak perlu indikator apa pun untuk mengetahui semua itu, tanpa perlu garis apa pun untuk mengetahui, kemana gerak harga akan terjadi. 
 
Setelah mengetahui trend ini, Anda tinggal mengatur EP, SL, TP dengan Money Management Anda. 
 
Langkah terakhir, adalah melatih mentalitas Anda. Alami untuk setiap orang tidak menghendaki kehilangan. Namun, inilah kemampuan emosional yang harus dimiliki oleh seorang trader. Untuk melatih emosi ini, satu satunya jalan adalah Anda harus melakukan trading real, dan melatih emosi Anda. Amati bagaimana emosi yang terbentuk akibat dari pergerakan harga. usahakan trading dengan volume terkecil, bila mampu (Saya mencoba dengan menggunakan 0.1 Micro Lot. Anggarkan uang yang rela Anda hanguskan setiap bulan. Tanpa ketenangan, Anda tidak akan bisa trading dengan benar. Bila Anda tidak mampu menguasai ini, alternatif lain adalah, Anda menggunakan Robot Trading. Resikonya adalah MC.
 
Sekarang ini banyak Robot Trading yang dikatakan serba automatic, namun sesungguhnya, Robot Tradingnya hanyal program penerima signal. Ini diartikan, ada seseorang/sekelompok orang yang mengeksekusi transaksi untuk Anda. 
 
Dari semua robot trading yang pernah saya coba, hingga strategy yang ditawarkan di internet, umumnya membutuhkan campur tangan manual sang trader. Bila dipergunakan secara buta, akan membawa rekening Anda pada territori merah.
 
Pengetahuan terpenting bagi seorang trader adalah bagaimana mengetahui Trend dan menganalisa pergerakan di dalam trend tersebut. 
 
Money Management for Strategically Trading
 
Dulu saya sempat bertanya, apakah mungkin kita menganalisa kemana arah market akan bergerak. Berbagai kursus forex saya ikuti, dimulai dari yang murahan, hingga yang harganya puluhan juta. Saya pastikan, saya adalah salah satu dari trader yang menghabiskan uang cukup banyak untuk mempelajari system forex.
 
Berbagai penulis buku forex saya pernah jumpai. Bagi Anda forex trader, mungkin tidak asing dengan nama Grace Cheng, Ed Ponzi, Jared Martinez dan beberapa yang lain. Saya tidak mengatakan bahwa mereka tidak mengajarkan materi yang dibutuhkan oleh seorang trader. Namun, saya katakan, mereka hanya tidak mengatakan satu rahasia dasar dari semua strategy yang mereka ciptakan. Mereka hanya memberitahukan bagaimana melakukan trading dengan sebuah system, yang mana mereka susun tanpa harus berbagi rahasia pergerakan mekanisme pergerakan forex.
 
Istilah dari hanya 5% trader yang berhasil dari ratusan trader yang lain, sebenarnya bahasa marketing dari forex institute pada umumnya. Trading apa pun, baik Option, Forex, Saham, CFD dan lain sebagainya, pergerakan pasar hanya terbagi atas 2 kelompok: Regulated/Continuous atau Patternized. Instrument dengan liquiditas tinggi, umumnya menunjukkan pola Regulated/Continuous, sementara tinggal liquiditas yang lemah, cenderung bergerak dengan pola-pola tertentu. Patternized terjadi, karena semua trader besar menganut prinsip yang sama dan bersumber dari berita. Hal inilah yang membuat kita tergantung pada system yang mereka ciptakan. Kita menjadi tergantung dengan indicator yang mereka ciptakan, hal inilah yang kemudian membuat kita berpikir bahwa rahasia trading itu ada pada indicators. Padahal, sesungguhnya, trader yang terbaik adalah, tanpa menggunakan indicator. Yang benar dalam trading adalah hanya satu, SUPPORT & RESISTANCE (S&R). Hanya satu hal yang perlu kita pelajari dalam trading, pemilihan S&R yang benar. Inilah rahasia dari trading. Dengan melihat support & resistance, kita bisa melihat Risk Rasio sebuah posisi. Dengan mengetahui Risk Rasio ini, kita mengatur dengan leluasa Money Management kita. 
 
Seperti contoh: ketika Anda berhasil menemukan sepasang S&R. Yang perlu Anda pikirkan selanjutnya adalah Trend saat itu. Menentukan Trend yang baik pun harus melihat pada S&R. Sangatlah sia-sia bila kita mencoba memprediksi dengan menggunakan trendline, channel, fibonacci dan lain sebagainya. Karena semuanya adalah sia-sia. Pemakaian semua peralatan tersebut hanya diperuntukkan bagi penciptaan Robot Trading, atau sebuah strategy trading. 
 
Dengan mengetahui S&R inilah, MM untuk Strategically Trading bisa dilakukan. Prinsipnya adalah Anda tinggal melihat S&R. Anda tetapkan, berapa besar pips yang Anda inginkan. Kemudian, Anda hitung rasio Win Loss yang ditawarkan saat itu. Apa bila SL terletah jauh dari salah satu titik S&R yang ada, anda tinggal mengurangi volume trading Anda.
 
Jadi MM yang Anda terapkan dengan mekanisme ini lebih dinamis. Besar kemenangan disesuaikan dengan “kemauan” kita dalam membuka posisi. Ini terjadi karena selama kita bisa membaca trend dan mengikutinya dengan benar, tanpa SL pun, Anda pasti aman. MM hanya dipergunakan untuk menjamin ketersediaan dana dalam menghadapi riak dari pergerakan harga. Bagi kita yang telah memahami prinsip pergerakan harga pasar, dengan strategy Win : Loss = 10:250 pun tidak menjadi masalah. Apa bila, seorang trader menginginkan profit yang lebih besar, sang trader hanya perlu menunggu ketika risk menurun, atau menambah jumlah volume transaksi selama dana didalam rekeningnya masih dapat mengakomodasi MC.
 
Analisalah S&R pada chart Anda, apabila Anda cukup jeli, Anda akan melihat sebuah fenomena bertapa mudahnya bermain forex. Saya sarankan untuk memulainya dari Forex Major. 
 
Trading Mentality
Halo Bro dan Sis Semua,
 
Mungkin tinggal 2 topik rahasia analisa tehnical yang dapat Anda gunakan dalam Forex, Option, Commodity & CFD. Untuk permainan saham, saya tidak begitu menganjurkan, Selain masalah liquiditas, saham masih dikuasai sekolompok tertentu, rawan akan manipulasi.
 
Namun kendalanya adalah, sangat sulit menjelaskan Topik pertama Menganalisa Chart untuk menentukan trend. Tetapi kata kuncinya adalah analisa Periode Chart 4H ke atas. Anda harus menemukan fenomena ini pada jenis instrument Anda. Sangat sulit menjelaskannya dengan kata Рkata, Namun bila Anda memantau lebih lanjut, terdapat pattern identik dengan Fractal. Inilah yang menjadi penentu seorang trader berhasil atau tidak. Saya yakin, bila terdapat kelas yang mengajarkan hal ini, konsep 5% trader yang berhasil bisa hilang. Saya yakin tingkat keberhasilannya paling sedikit 50%. 50% penentu keberhasilan lain adalah kemampuan emosionalnya dalam menghadapi rasa ingin memasuki market, dan mencari celah-celah, meskipun kita telah tahu rahasia pergerkan pasar ini. 
 
Hal berikutnya adalah strategy real Anda untuk menghadapi fenomena pergerakan harga tersebut. Setelah Anda berhasil memilah formasi pergerakan harga, Anda akan melihat adanya 2 jenis signal yang umum terjadi, signal beresiko dan tidak beresiko. Signal yang beresiko adalah signal yang saling bertentangan melalui analisa berbagai sisi. Hal ini sering terjadi pada Forex. Inilah yang menjadi jebakan bagi trader pemula. 
 
Untuk seorang pemula, sangat disarankan mulai trading dengan MicroLot, bila perlu pergunakan account 0.1 Micro Lot. Beberapa broker menawarkan jenis account seperti ini. Dengan 0.1 MicroLot, Anda latih mentalitas dan kedisiplinan. Konsistensi dengan EP, SL dan TP. Pilih salah satu mekanisme berdasarkan pengertian Anda pada mekanisme harga. Pilih max, 2 Forex Pair. 
 
Misalnya Anda menggunakan Micro Lot, Asumsikan Modal Anda adalah 10 USD, meskipun deposito Anda 100 USD atau lebih. Fokuslah pada 10 USD ini. Dengan kedisiplinan Anda, cobalah untuk komitment menumbuhkannya menjadi 15 USD dalam 1 bulan. Setelah Anda berhasil, usahakan bertambah 50% / bulan. Apa bila Anda bisa mencapai angka konsistensi ini, meskipun hanya 5-10% / bulan, Anda teruslah berlatih mental Anda. Idealnya Anda akan menjadi mapan dan percaya diri pada tahun ke 2 atau 3. 
 
Pada saat Anda telah stabil, Anda barulah patut mencoba untuk trading dengan modal lebih dari 1 juta. Bila Anda belum stabil, sangatlah mudah Anda tergiur untuk memasuki market, tanpa peduli signal yang terlihat.
 
Menurut Analisa saya, dalam sehari, rata-rata dalam sehari Anda dapat meraih 20 Р50 pips dengan menggunakan 2 pairs. Asumsikan Anda hanya trading 3 hari, maka minimum jumlah keuntungan Anda adalah 60 pips minimal. Dalam 1 bulan Adalah 240 pips. Dengan 1 MicroLot Anda mendapatkan kurang lebih 24 USD. 
 
Namun perlu diingat, untuk trading 1 microlot, Anda perlu kapital minimum sebesar 50 USD dengan leverage 1:100. Bagi Anda yang sedang belajar, pergunakanlah 0.1 Micro Lot. Dengan volume sebasar itu, Anda hanya membutuhkan 5 USD, kurang lebih 60 000 Rupiah. Dengan prinsip yang sama Anda dapat menghasilkan 0.24 USD / bulan, sekitar 24 000 Rupiah dengan asumsi 1 USD = 10 000. 
 
Saya awalnya menggunakan modal 100 USD. Saya mencapai kestabilan tersebut setelah trading selama 4 bulan. Saat itu, saya mencapai pendapatan hanya sekitar 2.4 USD / bulan dengan 1 microlot. Namun, saya konsisten menggunakan mekanisme yang sama selama 3 tahun, barulah kemudian saya beralih ke Mini Lot. 
 
Meskipun telah 3 tahun memiliki kestabilan, naiknya jenis rekening tidaklah serta merta membuat kita percaya diri. Saya membutuhkan waktu 3 bulan untuk stabil bertransaksi dengan mini lot. Dengan konsistent menggunakan 1 mini lot, saya berhasil meraih di minimum 400 pips / bulan. Baru setelah itu, 1 tahun lebih, saya baru mulai mencoba menambah volume mini lot saya secara bertahap. 
 
Yang perlu diperhatikan di sini adalah, yang diperlukan dalam forex trading adalah konsistensi + mentalitas. Tanpa 2 hal ini, sangatlah sulit bagi seorang trader untuk bertahan. Terlebih melihat godaan pergerakan harya yang memaksa kita untuk melakukan trading, meskipun melawan arus. 
 
USDJPY adalah yang paling mudah dimainkan. Patern pergerakannya adalah yang paling stabil dari semua Forex Major. Sangat jelas pergerakannya, dan dari satu pair ini, saya minimum pasti bisa memasukkan minimal 2 super safe position pada hari selasa sampai kamis dengan potensi total 50 – 100 pips. Namun terkadang kala kita dapat menemukan posisi trading yang baik sepanjang hari.
 
Support & Resistance pada USD/JPY terbentang harian hingga mingguan. Anda hanya perlu waspada untuk hal ini. Sebagai seorang Technicalist, tidak ada perbedaan pada setiap sesi market (australia, asia, eropa, usa). Cukup diwaspadai, pada hari senin umumnya riak tidak terlalu besar. Dalam arti, ketika market datar, dia akan datar, apabila sedang naik/turun, gerakan monoton akan naik/turun terus. Ini karena market belum memiliki keseimbangan hingga dimulainya sesi eropa , kurang lebih mulai terlihat sekitar jam 2-3 WIB. Demikian pula pada hari jum’at, imbas dari banyaknya economic news, menjadikan riak timbul. Riak ini timbul akibat dari berhentinya perdagangan oleh berbagai finansial institusi. Ini menjadikan liquiditas di pasar menjadi sedikit longgar. Kelonggaran inilah yang menjadikan timbulnya pergerakan yang sangat cepat.¬†
 
Kata kunci disini, ketika Anda melihat Chart yang memiliki riak yang banyak, ini menunjukkan, lemahnya liquiditas. Semakin lemah liquiditas, Anda semakin beresiko untuk memainkannya. Namun untuk melawan riak ini, Anda harus memanfaatkan TimeFrame yang lebih tinggi, karena Riak tidak akan mampu merusak analisa timeframe yang lebih besar. Ini adalah rahasia market analisa untuk seorang Technicalist. 
 
Bila Anda telah bisa melihat Support & Resistance dengan benar, saya yakin, paling sedikit, Anda bisa konsistent meraup 60 pips minimum / minggu dari USD/JPY.
 
Market Depth / Threshold
 
Bila Bro pernah menggunakan platform ECN, Anda mungkin pernah dengar fasilitas Market Depth/Threshold. Bagi pemain saham, beberapa broker menyediakan menu ini secara gratis atau pun berbayar. Namun umumnya berbayar. Apa sebenarnya Market Depth atau Threshold ini.
 
Menggunakan Market Depth / Threshold, kita sebenarnya memantau seberapa kuat tembok harga yang sedang terjadi dipasar. Ketika tembok pasar sangat tebal, untuk bergerak satu level, akan membutuh modal yang sangat besar. Pada umumnya, hanya institusi yang super kaya lah yang mampu membobol tembok level tersebut. Namun ketika tembok pasar menjadi tipis, dengan sejumlah modal, kita dapat dengan mudah membobol / mengendalikan harga pasar.
 
Inilah analogi yang terjadi dalam mekanisme pasar. Untuk Forex Major, ketika terjadi sebuah berita, pasar modal umumnya terhenti sejenak. Banyak institusi menunggu dan berlomba menterjemahkan arti pengumumannya. Selama waktu ini, market menjadi lemah, karena jumlah volume yang bertransaksi menjadi kecil. Inilah yang menjadikan harga menjadi tidak stabil. 
 
Contohnya untuk USD/JPY: rata rata 1 level pergerakan, memiliki antrian volume 500000 TLU minimal (TLU = Satuan Market Depth. Saya tidak tahu arti singkatannya apa). Pada masa-masa market lemah (volatile), antrian volume umumnya jatuh menjadi sekitar 2000 TLU, bahkah tidak jarang hanya sebesar 100 TLU. Oleh sebab itu, untuk menggerakan market, menjadi sangat mudah, karena hanya membutuhkan modal yang tidak significant bagi para trader berskala institusi. Bagi mereka, itulah saatnya untuk meraup keuntungna, sementara bagi kita yang tidak memiliki posisi yang sama dengan mereka, adalah petaka.
 
Saya permudah dengan ilustrasi sebagai berikut:
 
USD/JPY diperdagangkan saat ini SELL 101.78, BUY 101.80 ( Anggap 1-2 pips Spread ) 
 
Dalam Market Depth / Threshold Anda dapat melihat ANTRIAN dari perdagangan tersebut sebagai berikut:
Code:
 
 
                                     OFFER 101.82  2 500 000 TLU
 
                                     OFFER 101.81  1 500 000 TLU
 
                                     OFFER 101.80  3 500 000 TLU
 
BID   101.78     800 000 TLU        
 
BID   101.77   1 900 000 TLU        
 
BID   101.76   2 300 000 TLU        
 
 
Arti data tersebut adalah terdapat permintaan 800 000 TLU untuk pembelian pada harga 101.78. Sementara 1 900 000 TLU pada harga 101.77. Sementara mereka yang mau menjual, ada pada harga 101.80 sebesar 3 500 000 TLU, diikuti oleh mereka yang mau menjual dengan harga 101.81 sebesar 1 500 000 TLU. 
 
Intinya, data tersebut menceritakan lapisan ketahanan penjual dan pembeli pada masing-masing lapisan harga. Transaksi selalu dimulai dari Pembeli dengan penawaran tertinggi dan penjual dengan penawaran terrendah. Apa bila harga pembeli dan penjual bertemu, terjadilah transaksi. Sebagai contoh untuk menjadikan harga USDJPY naik dari harga jualnya saat ini 101.80 menuju 101.81 adalah sebesar 3 500 000 TLU. Asumsi 1 TLU adalah 1 USD makan dibutuhkan minimum 3.5 Juta USD. Bila Anda ingin memindahkan harga menjadi 101.82, Anda tinggal menjumlah dana 2.5 + 1.5 + 3.5 = 7.5 Juta USD. Angka ini tidaklah kecil, sehingga tidak ada institusi yang sanggup menguasainya ketika market sedang aktif bergerak. 
Sebaliknya pada saat menjelang berita, umumnya kondisi Market Depth menjadi kecil. Asumsikan 1 level menjadi 1000 TLU. Maka hanya dibutuhkan total 3 000 USD untuk menggerakkan harga pasar dengan cepat. Dan modal 3 000 USD ini tidaklah besar bagai institusi besar, seperti institusi milik negara (Bank Dunia). Bagi kita, ketika peristiwa ini terjadi, kita melihat adanya riak pergerakan harga yang sangat cepat. Sesaat dia naik, kemudian langsung turun. Hingga akhirnya, ketika para pelaku pasar besar mulai memasukkan kembali posisi trading mereka, pergerakan perlahan menjadi normal kembali.
 
Perlu diketahui pergerakan Forex Dunia saat ini adalah 4.7 – 5.3 Trillion USD / hari. 1 Trilion adalah 1 000 000 000 000 USD. Dengan dana 4.7 Trillion USD, tidak ada institusi di dunia ini yang mampu mengontrolnya. Bahkan Bill Gates dengan asset sebesar 73 Billion USD, tidak terlihat berarti apa apa. Jadi 1 TLU pada kenyataannya mewakili nilai uang lebih dari 1 Juta USD ini, hanya dapat dikontrol saat ketika volume trading melemah secara substansial, sehingga sanggup bagi beberapa institusi besar untuk menggerakkannya bergantian.
 
Prinsip yang sama ini, sering pula dipergunakan para pemain saham untuk menjebak trader bursa yang bermain saham murah (Penny Stock). Umumnya beberapa trader bersatu untuk menggerakkan sahamnya. Saat ini dengan menggunakan modal 20 Р50 juta, dan mengumpulkan pemain cukup 5-10 orang saja, masing-masing dapat mendapatkan keuntungan 5-25 juta dalam satu pergerakan. Untuk itu berhati-hatilah bila Anda bermain saham jenis ini. 
 
 
Metoda Trading Lain
16-02-2014 15:20
Berikut ini metoda yang dipergunakan tanpa menggunakan analisa. Yang diperlukan hanyalah nekat dan berani. Banyak dipergunakan oleh trader yang menginginkan uang cepat saat ini:
 
Multiple Account Contra Trade. Inti strategy ini adalah dengan menggunakan beberapa account yang mana kita memasang transaksi yang bertentangan satu dengan lain. Al’hasil, pada umumnya ada 1 account mencapai Provit Tinggi dan satu account menderita MC.¬†
 
Swing Trade. Inti strategy adalah memasang trade buy dan sell menurut perkiraan naik turunnya harga. Sekali Anda salah posisi, MC menanti Anda.
 
Hedging. Intinya memasang trade pada 2 instrument yang sedang berlawan, misalnya EURUSD vs USDGBP. Keuntungan didapat dari penjumlahan hasil kedua transaksi tersebut. Bila salah satu menunjukkan trend breaking, posisi pada instrument yang lain langsung di close.
 
Multiple Currency Trade. Intinya memasang posisi random pada setiap instrument. Ini paling banyak dilakukan oleh trader indonesia. Mereka hanya menggunakan margin 1000 USD, memasang posisi di semua currency, umumnya tanpa SL. Banyak yang menyebutnya sebagai shotgun theory, satu peluru sasarannya banyak. Trading seperti ini umumnya cukup berhasil, namun harus punya modal yang cukup banyak. Namun diperingatkan, trader yang memainkan metoda ini, harus memiliki mental yang kokoh. Dalam semalam, mungkin Anda akan lihat Account Anda minus 50%. Anda perlu menunggu berhari-hari untuk kembali. Risk terkadang sangat tidak berimbang W:L = 10 : 1000 pips. 
 
SUPPORT & RESISTANCE Hunter. Memasang posisi Buy dan sell pada setiap S&R yang Ada. Banyak dilakukan oleh Hedge Fund. 
 
Contra Twin Trade. Memasang posisi Buy dan Sell pada satu posisi, misalnya Buy dan Sell pada harga yang sama. Apa bila terlihat break pada salah satu signal, maka, posisi yang negatif ditutup. 
 
Masih banyak strategy yang lain, namun ini metoda trading yang umum dipakai para pemain forex yang menginginkan uang cepat. Namun, perlu diingat, meskipun menghasilkan, metoda ini sangat melelahkan dan beresiko tinggi. Dalam sehari, Anda bisa memasang posisi hingga puluhan, bahkan ratusan.
 
Fibonacci Trading Secret – Market Phases
Dari semua theory fibonacci, hanya ada 2 indikator yang paling penting. Namun ini tidak berarti saya melakukan trading berdasarkan fibonacci. Namun fibonacci dapat digunakan sebagai patokan dalam memutuskan apa yang akan terjadi di pasar.
 
Sebelum menggunakan Fibonacci, yang perlu kita ketahui sebelumnya adalah S&R yang benar. Sekali lagi S&R adalah titik tolak analisa kita. Tanpa mengetahui S&R, fibonacci tidak dapat digunakan. Fibonacci yang paling penting di sini adalah Fibonacci Expansion dan Fibonacci Retracement. Untuk Fibonacci tools yang lain, kurang begitu bermanfaat. Namun berguna sebagai alat konfirmasi terhadap perubahan trend, seperti fibonacci arc dan fibonacci fans.
 
Fibonacci memberikan informasi mengenai pergerakan sebuah trend. Masih ingat bagaimana 8 fase stochastic? Menggunakan fibonacci, kita dapat memprediksi apa yang terjadi berikutnya. Ingat konsep ini tidak berlaku pada TF yang kecil. Ini dikareakan mutu S&R pada TF kecil sangat lemah, hingga fase stochasticnya sangat cepat berlalu. Oleh sebab itu, Anda menggunakan TF yang lebih besar, dimana S&R yang kokoh terlihat. 
 
Fase 1 dimulai ketika Anda melihat perpindahan trend, dari Trend Up ke Trend Down. Ketika S&R terbentuk, inilah fase 1 stochastic. 
 
Fase 2 dideteksi dengan menggunakan fibonacci retracement. Apa bila Anda melihat ada pergerakan refersal hingga 50% ke atas (dalam fibonacci theory, terdapat golden ratio 61.8%), inilah kesempatan Anda untuk mengambil keuntungan pertama terbesar. 
 
Fase 3 terdeteksi menggunakan fibonacci expansion. Berdasarkan S&R yand didapatkan pada Fase 1, Anda akan dapat mengestimasi tinggi fase 3. Fase 3 ini pada umumnya adalah sebuah trend breaking strategy. Apa bila Anda memasuki posisi pada fase ini, resiko Anda akan sangat besar. Namun bila Anda telah memasuki trading dari fase 1, Anda disini bisa memindahkan SL mendekati TP sebelumnya. Kemudian menjauhkan TP Anda, untuk profit yang lebih tinggi. Fase 3, tidak hanya terjadi sekali. Sering terjadi fase 3, berulang beberapa kali, sehingga Anda bisa mendapatkan profit ratusan pips dalam satu posisi. 
 
Fase 4 dikonfirmasi berpasangan dengan fase 3. Fase 4 terlihat ketika S&R dari fase 3 terlihat jelas. Apakah Fase 4 ini akan berlanjut ke fase 5 atau pun berulang ke fase 3, tergantung pada fase 4. Umumnya fase 4 adalah sebuah bull/bear flags. Terlihat dari Fibonacci Retracement dibawah 50%. Untuk fibonacci player, mereka menunggu retracement pada 38.2% – 50%. Apa bila Anda melihat terjadi retracement pada fibonacci retracement 50% ke atas, adalah konfirmasi untuk menuju fase 5.
 
Fase 5 adalah fase yang menentukan apakah terjadi equilibrium, reversal atau perpanjangan trend. Pada fase ini, trading harus dilakukan cepat. Umum terjadi trend terbentuk, sehingga potensi terjadi reversal yang mengakibatkan Anda menabrak SL Anda. Untuk hal inilah, fase ini terasa lebih berat.
 
Fase 6 menyerupai fase 2. Umumnya menjadi awal bagi Anda yang suka melakukan swing trade. Dalam arti, apabila dapat dikonfirmasikan fase 6, Anda dapat melakukan Buy dan sell dengan keuntungan secukupnya pada fase 7, tergantung rentang jarak S&R.
 
Fase 7 merupakan konfirmasi atas S&R yang lama. Tidak ada trading di sini. Pada umumnya fase ini adalah fase menunggu. Jangan melakukan transaksi apa pun. Karena fase ini gerakan menyempit.
 
Fase 8 adalah masa observasi terhadap pergerakan harga. Gerakan harga akan melebar, menabarak S&R pada fase 5. Tugas kita adalah menentukan fase 8 menjadi Fase 1, untuk mengulang kembali siklus trade kita.
 
Fase yang berurutan adalah fase 1 dan 2. Sementara fase 3 dapat terjadi dapan juga gagal. Apa bila fase 3 gagal, terjadi perlompatan fase 2 menjadi fase 6. Jadi jangan bingung apa bila Anda melihat pada chart ketika trend naik, Anda memprediksi harga naik. Namun karena takut, Anda tidak membuka posisi Anda. Namun kemudian prediksi Anda benar. Namun berikutnya, Anda melihat pola yang sama terjadi, karena percaya diri, Anda masukkan posisi Anda kali ini. Skenarionya, apa bila fase berputar dari 1 -> 2 -> 3 … Anda akan mendapatkan untung. Namun, apa bila Anda tidak mengetahui bahwa ada kemungkinan dari fase 1 -> 2 -> 6, Anda akan bingung mengapa setiap kali Anda membuka posisi di pasar, Anda menabrak SL.¬†
 
Setelah mengetahui Fase ini, Anda dapat mengerti bahwa ketika Anda melihat sebuah Trend Breaking. Anda harus perhatikan, pada fase ke berapa trend itu terbentuk. Apa bila itu bukan terjadi pada Fase 1, Anda harus waspada. 
 
Bagi trader pemula, mulailah trading pada fase 2 dan 4. Untuk USDJPY & EURUSD / GBPUSD & EURJPY, 2 fase ini selalu memberikan profit yang konsisten. Sementara untuk USDCHF & AUDUSD, seorang pemula harus cukup terlatih melihat S&R dari 2 pairs ini yang sangat dinamis.